Jelang akhir pekan, sentimen global memberikan katalis positif terhadap menguatnya IHSG
Jakarta (KABARIN) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat sore ditutup menguat seiring penguatan bursa saham kawasan Asia.
IHSG naik 131,22 poin atau 2,28 persen ke level 5.875,78. Sementara itu, indeks LQ45 turut menguat 16,29 poin atau 2,88 persen ke posisi 581,78.
“Jelang akhir pekan, sentimen global memberikan katalis positif terhadap menguatnya IHSG,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Dari faktor global, pelaku pasar merespons perkembangan geopolitik di Timur Tengah, setelah mediator Qatar melaporkan adanya kemajuan dalam upaya mediasi damai antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik yang berlangsung beberapa bulan terakhir.
Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut pembahasan memorandum gencatan senjata pada Juni 2026 berjalan kondusif. Namun, pasar masih bersikap hati-hati karena belum ada kesepakatan tertulis yang mengikat.
Selain itu, sentimen positif juga datang dari data tenaga kerja Amerika Serikat yang melambat. Nonfarm Payrolls (NFP) Juni 2026 hanya bertambah 57.000, di bawah ekspektasi 110.000, dengan tingkat pengangguran 4,2 persen.
Kondisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa The Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Dari dalam negeri, pemerintah dan DPR telah menyepakati postur awal RAPBN 2027 yang akan menjadi dasar penyusunan Nota Keuangan dan RUU APBN 2027, dengan defisit diperkirakan berada di kisaran 1,8–2,2 persen terhadap PDB.
IHSG dibuka menguat dan bertahan di zona hijau sepanjang sesi hingga penutupan perdagangan.
Berdasarkan indeks sektoral, seluruh sektor mencatat penguatan, dipimpin sektor industri, barang baku, dan infrastruktur.
Adapun saham yang mencatat kenaikan tertinggi antara lain KOKA, FUTR, ECII, COCO, dan RMKO. Sementara saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah BOBA, JECC, INPP, RANC, dan KBLI.
Total frekuensi perdagangan tercatat 1.363.000 kali dengan volume 17,15 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp10,53 triliun. Sebanyak 520 saham naik, 159 turun, dan 280 stagnan.
Bursa Asia juga ditutup kompak menguat, dipimpin indeks Nikkei, Shanghai, Kuala Lumpur, Shenzhen, dan Strait Times.
Sumber: ANTARA