News

Operasi SAR Longsor Bandung Barat Masuki Hari ke-8, Total 64 Jenazah Ditemukan

Bandung (KABARIN) - Upaya pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih terus berlangsung. Memasuki hari kedelapan operasi, Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan kembali menemukan empat kantong jenazah pada Sabtu pagi.

Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana mengatakan, empat kantong jenazah tersebut berhasil dievakuasi dari sejumlah titik pencarian berbeda dalam waktu kurang dari dua jam.

“Penemuan pertama terjadi pukul 09.29 WIB di Worksite B2 sektor B. Selanjutnya pada pukul 10.23 WIB ditemukan satu kantong jenazah di Worksite A1, dan dua kantong lainnya ditemukan di Worksite A2 pada pukul 10.58 dan 11.19 WIB,” ujar Ade.

Dengan temuan terbaru ini, total 64 kantong jenazah telah berhasil dievakuasi hingga Sabtu pukul 11.30 WIB. Sementara itu, sekitar 16 korban masih dinyatakan dalam pencarian.

Di hari kedelapan ini, operasi SAR tetap dilakukan secara intensif dengan membagi personel ke dalam tiga sektor utama, yakni sektor A, B, dan C. Metode pencarian dilakukan secara manual, dibantu anjing pelacak (K9), serta dukungan alat berat untuk membuka material longsoran.

Sebanyak 3.675 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini. Mereka didukung 17 unit alat berat dan 22 ekor anjing pelacak K9 yang disebar di seluruh sektor pencarian demi mempercepat proses evakuasi.

Di sisi lain, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri terus bekerja mengidentifikasi para korban. Hingga saat ini, 49 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi, sementara 13 kantong lainnya masih menjalani pemeriksaan lanjutan.

Ade menegaskan, operasi pencarian akan terus dilanjutkan sesuai dengan status tanggap darurat bencana longsor yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

“Sesuai arahan Kepala Basarnas, pencarian akan terus berlanjut mengikuti masa tanggap darurat yang ditetapkan hingga 6 Februari 2026,” katanya.

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026
TAG: