Jakarta (KABARIN) - Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, mengungkapkan sekitar 30 persen kasus kanker usus besar di Indonesia terjadi pada pasien yang berusia di bawah 40 tahun, terutama dipengaruhi oleh pola makan.
“Di negara maju, angka ini hanya sekitar 10 persen, tapi di Indonesia 30 persen, jangan cuma kelihatan sederhana karena angkanya sedikit, fenomena sekarang justru pasiennya semakin muda dan semakin banyak,” ujar Prof. Aru saat pembukaan pameran lukisan penyintas kanker di Jakarta, Rabu.
Prof. Aru menekankan bahwa sekitar 90 persen risiko kanker berasal dari lingkungan dan kebiasaan sehari-hari yang menumpuk dampaknya seiring waktu. Perubahan gaya hidup dan konsumsi makanan olahan sejak usia muda bisa memicu pertumbuhan sel kanker lebih cepat.
Makanan olahan industri kini mudah dijangkau, dan pembentukan sel kanker yang awalnya berupa benjolan membutuhkan waktu 5 hingga 20 tahun. Paparan terus-menerus pada bahan makanan dengan tambahan pengawet mempercepat risiko munculnya sel kanker.
“Yang muda-muda sebenarnya sudah harus mulai peduli kesehatan dari sekarang, memperhatikan apa yang dimakan untuk mencegah kanker muncul di usia tua,” jelasnya.
Prof. Aru juga menjelaskan bahwa setiap hari tubuh membelah sel dan dalam proses itu bisa muncul sel abnormal sehingga ada sekitar satu juta risiko terjadinya kanker.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan mempertahankan berat badan ideal agar tubuh bisa menyiapkan sel yang sehat dan menurunkan risiko kanker.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026