Purbaya: Momentum OTT Jadi Kesempatan Perbaiki Instansi Pajak dan Bea Cukai

waktu baca 2 menit

Itu justru merupakan titik masuk untuk memperbaiki pajak dan bea cukai sekaligus

Jakarta (KABARIN) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK bisa jadi momentum untuk memperbaiki kinerja instansi pajak dan bea cukai.

“Itu justru merupakan titik masuk untuk memperbaiki pajak dan bea cukai sekaligus,” kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu.

Purbaya menegaskan pihaknya akan mendampingi pegawai di Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai selama proses hukum berjalan, tapi jika terbukti melanggar, ia akan menghormati proses hukum yang berlaku.

Dari sisi internal, Purbaya juga bakal meninjau sanksi bagi pegawai yang melanggar. Ia menyebut opsi yang mungkin diterapkan termasuk rotasi jabatan atau menonaktifkan status kepegawaian.

“Nanti kita lihat. Kayaknya sih kalau terbukti salah, bisa diberhentikan,” ujarnya.

OTT terbaru oleh KPK dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jakarta.

"Benar, di Kalsel. KPP Banjarmasin," ujar Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu.

Fitroh menjelaskan materi dugaan suap atau pemerasan masih didalami KPK dan menegaskan kedua OTT tersebut merupakan kasus berbeda.

“Beda kasus,” kata Fitroh.

KPK punya waktu 1x24 jam untuk menentukan status para pihak yang tertangkap sesuai aturan KUHAP.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka