News

Warga di Lokasi Rawan Bencana Dianjurkan Siapkan Tas Darurat untuk 3 Hari

Jakarta (KABARIN) - BPBD DKI Jakarta mengingatkan warga, terutama yang tinggal di kawasan rawan bencana, untuk menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan penting untuk setidaknya tiga hari.

"Tiga hari menjadi standar untuk masa tanggap darurat awal," ujar Michael Sitanggang, Ketua Subkelompok Logistik dan Peralatan BPBD DKI Jakarta, dalam seminar daring di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, dalam tiga hari pertama setelah bencana seperti banjir, berbagai fasilitas pendukung dari pemerintah seperti tenda pengungsian dan kebutuhan dasar warga biasanya belum sepenuhnya tersedia.

Tas siaga bencana bisa berupa tas apa saja yang memuat dokumen penting baik fisik maupun digital, pakaian untuk tiga hari, air minum, power bank, peluit, senter, uang tunai, obat-obatan, P3K, makanan ringan tahan lama, masker, dan hand sanitizer.

"Kalau terjadi kedaruratan, bisa langsung ambil tas siaga bencana ini untuk menuju lokasi pengungsian," kata Michael.

Dia menekankan pentingnya menyiapkan tas ini terutama saat puncak musim hujan.

BPBD DKI Jakarta mencatat ada 25 kelurahan di 17 kecamatan yang rawan banjir, termasuk Pluit, Pademangan Barat, Rorotan, Rawa Buaya, Tegal Alur, Kedoya Selatan, Kedoya Utara, Rambutan, Cawang, Cililitan, Cipinang Melayu, Kebon Pala, Makasar, Bidara Cina, Kampung Melayu, Pondok Labu, Cipete Utara, Petogogan, Cipulir, Pondok Pinang, Bangka, Jati Padang, Pejaten Timur, dan Ulujami.

Hari ini, hujan deras dan luapan Kali Mampang menyebabkan banjir setinggi 45 cm di Jalan Pondok Karya Komplek RW 04, Pela Mampang, Jakarta Selatan. Sebanyak sembilan RT di empat RW terdampak, namun tidak ada pengungsi.

Selain itu, hujan deras juga membuat 39 RT di Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan, terendam banjir hingga 30 cm akibat luapan Kali Krukut.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: