News

PM Inggris Sebut Mandelson Bohong Soal Hubungan dengan Epstein

Moskow (KABARIN) - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan mantan Duta Besar Inggris untuk AS Peter Mandelson telah membohongi pemerintah terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein, pemodal AS sekaligus pelaku kejahatan seksual terpidana.

Starmer menjelaskan pemeriksaan sebelum penunjukan Mandelson mengungkap keterkaitannya dengan Epstein. Mandelson ditunjuk sebagai duta besar pada Februari 2025, namun diberhentikan pada September tahun yang sama karena hubungan tersebut. Minggu lalu, Mandelson juga mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai Buruh.

"Ya, benar. Itulah sebabnya ia dicecar berbagai pertanyaan. Saya bermaksud mengungkapkan kepada Majelis [Rendah] ini seluruh dampak terhadap keamanan nasional dan hubungan internasional," kata Starmer di depan Majelis Rendah Inggris saat ditanya pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch.

Menurut Starmer, Mandelson "sepenuhnya menyalahartikan tingkat hubungannya dengan Epstein" dan berbohong sepanjang proses verifikasi.

"Ia berbohong berulang kali kepada tim saya ketika ditanya tentang hubungannya dengan Epstein, sebelum dan selama masa jabatannya sebagai duta besar. Saya menyesal telah menunjuknya. Jika saat itu saya tahu apa yang saya ketahui sekarang, ia tak akan pernah berada di lingkaran pemerintahan," kata Starmer.

PM Inggris menambahkan pemerintah tengah menyusun undang-undang untuk mencabut gelar kebangsawanan Mandelson, dan Raja Charles III telah menyetujui pencopotan Mandelson dari Dewan Penasihat Kerajaan.

Skandal ini akan mendorong pembentukan undang-undang lebih luas untuk mencabut gelar bangsawan yang tersandung aib. Mandelson untuk sementara masih mempertahankan gelar Lord karena aturan Dewan Bangsawan mengharuskan undang-undang parlemen untuk mencabutnya.

Hal ini sama seperti upaya pencabutan gelar terhadap saudara Raja Charles III, Andrew Mountbatten-Windsor, terkait hubungan dengan Epstein.

Dokumen terbaru dari Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche yang dirilis 30 Januari menunjukkan total volume data kasus Epstein lebih dari 3,5 juta berkas. Dokumen juga mencatat Mandelson menerima dana 75.000 dolar AS atau sekitar Rp1,3 miliar dari Epstein pada 2003–2004.

The Sun melaporkan pada September 2025 bahwa Mandelson pernah meyakinkan Epstein pada 2008 bahwa "teman-temanmu tetap bersamamu dan mencintaimu" ketika pemodal itu menghadapi tuduhan memaksa gadis di bawah umur melakukan prostitusi.

Tak lama sebelum Epstein dijatuhi hukuman 18 bulan, Mandelson dilaporkan mendorongnya untuk "berjuang" agar dibebaskan lebih cepat.

Dalam beberapa surat, mantan duta besar itu juga menyatakan kemarahannya atas persidangan Epstein di AS dan mendorong sang pemodal untuk menyikapinya secara "filosofis." Epstein ditemukan tewas bunuh diri di penjara New York pada 10 Agustus 2019.

Penerjemah: Katriana
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: