...Pendidikan ini menjadi pintu masuk memutus mata rantai kemiskinan sehingga kita menyiapkan kualitas anak-anak kita untuk siap memasuki dunia yang semakin kompetitif ini
Jakarta (KABARIN) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan dan menekan ketimpangan sosial di Indonesia. Menurutnya, pembangunan yang ideal bukan sekadar memberi bantuan, tapi mendorong masyarakat supaya bisa mandiri dan berdaya.
"Pemberdayaan masyarakat adalah kunci utama dalam memutus mata rantai kemiskinan, mengurangi ketimpangan, dan membangun kemandirian bangsa sehingga pembangunan yang kita tuju adalah memberikan solusi bagi terwujudnya ekonomi yang sejahtera, mandiri, dan berdiri di kaki sendiri," kata Menko Muhaimin Iskandar saat memberikan arahan secara daring dalam kegiatan UNESA International Community Development (ICD) 2026 melalui zoom meeting, di Jakarta, Kamis.
Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar, menekankan bahwa kemiskinan tidak bisa dibereskan hanya dengan pendekatan bantuan. Menurut dia, yang dibutuhkan adalah penguatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan agar mereka bisa produktif dan berdiri di atas kaki sendiri.
Selain pemberdayaan, Cak Imin juga menyoroti pentingnya pendidikan sebagai pintu masuk paling mendasar untuk memutus rantai kemiskinan. Pendidikan dinilai jadi bekal utama agar generasi muda siap menghadapi tantangan dunia yang makin kompetitif.
"Pendidikan ini menjadi pintu masuk memutus mata rantai kemiskinan sehingga kita menyiapkan kualitas anak-anak kita untuk siap memasuki dunia yang semakin kompetitif ini," kata Muhaimin Iskandar.
Lebih jauh, Menko PM menjelaskan bahwa paradigma pembangunan saat ini sudah bergeser. Negara tidak lagi memonopoli pembangunan, tapi berperan sebagai penggerak dan pendukung agar potensi di masyarakat bisa tumbuh dan produktif.
"Negara atau pemerintah harus mampu memberikan stimulan, mendukung, menggerakkan, dan memberikan selalu kekuatan untuk potensi-potensi yang ada itu tumbuh dan produktif di masyarakat," ujar Muhaimin Iskandar.
Dia berharap program UNESA International Community Development 2026 bisa melahirkan model-model pemberdayaan masyarakat yang aplikatif, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi berkelanjutan, baik di level lokal, nasional, sampai internasional.
Di akhir arahannya, Cak Imin mengajak semua pihak untuk bergerak bareng-bareng menuntaskan target nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026 dan menurunkan angka kemiskinan hingga maksimal 5 persen pada 2029.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026