Jakarta (KABARIN) - Presiden RI Prabowo Subianto mengundang Perdana Menteri Australia Anthony Albanese untuk hadir di Ocean Impact Summit (OIS) 2026 yang akan digelar di Bali pada Juni mendatang.
Undangan itu disampaikan langsung Prabowo saat sesi pernyataan bersama dengan PM Australia di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat. Ia berharap kehadiran Albanese bisa memperkuat kerja sama kedua negara, khususnya di sektor kelautan.
"Sebagai penutup, saya mengundang Perdana Menteri Albanese untuk menghadiri Ocean Impact Summit di Bali pada bulan Juni tahun ini," ucap Presiden Prabowo.
Prabowo menilai kehadiran PM Australia penting untuk mendorong hasil konkret dari gelaran OIS 2026. Menurutnya, isu kelautan bukan cuma kepentingan satu negara, tapi jadi agenda bersama, apalagi bagi Indonesia dan Australia yang sama-sama punya wilayah maritim luas.
"Kita memahami bahwa laut adalah kepentingan bersama bagi semua negara, apalagi kedua negara kita," kata Prabowo.
Ocean Impact Summit (OIS) 2026 sendiri merupakan forum internasional tingkat tinggi yang akan digelar di Bali pada 8–9 Juni 2026. Forum ini bertujuan memperkuat kolaborasi global dalam menghadapi tantangan kelautan lewat pendekatan ekonomi biru, kebijakan berkelanjutan, serta investasi berdampak.
Indonesia menargetkan masuknya investasi global ke sektor kelautan dan perikanan melalui ajang OIS 2026. Ketua Tim Kerja Sama Multilateral Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Desri Yanti mengatakan forum ini akan digelar dengan dukungan World Economic Forum (WEF). Dukungan tersebut diharapkan bisa membuka akses langsung Indonesia ke investor dan pelaku usaha global.
Menurut Desri, Indonesia ingin memanfaatkan momentum OIS 2026 untuk mengubah cara pandang soal laut. Bukan hanya soal konservasi, tapi juga bagaimana sumber daya kelautan bisa jadi motor pertumbuhan ekonomi.
Ia menegaskan sumber daya laut harus dimaksimalkan sebagai basis inovasi, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan ekonomi berkelanjutan. Selain itu, OIS 2026 juga ditargetkan bisa memperkuat posisi kepemimpinan Indonesia di sektor kelautan dan perikanan di level global.
Desri menambahkan, forum ini diharapkan menghasilkan deliverables atau hasil nyata, mulai dari komitmen investasi, kemitraan dengan sektor swasta, hingga inisiatif pembiayaan untuk ekonomi biru serta pembangunan kelautan dan perikanan ke depan.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026