Jakarta (KABARIN) - Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese menyatakan penandatanganan Traktat Jakarta 2026 merupakan tonggak baru yang memperkuat aliansi strategis Indonesia-Australia dalam persahabatan berbasis kepercayaan dan keamanan jangka panjang.
"Hari ini, kita telah menandatangani Traktat Jakarta 2026. Perjanjian ini mencerminkan persahabatan yang erat, kemitraan, dan kepercayaan mendalam antara kedua negara kita dalam kerangka kemitraan strategis komprehensif," kata Albanese dalam kunjungannya di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat.
Albanese mengatakan traktat tersebut merupakan kelanjutan dari perundingan yang secara substantif telah diselesaikan saat Presiden RI Prabowo Subianto berkunjung ke Sydney pada November tahun lalu.
Penandatanganan perjanjian keamanan bersama itu, menurut dia, memperlihatkan betapa dalam persahabatan kedua negara pada kerangka kemitraan strategis komprehensif.
Ia menilai kesepakatan itu sebagai momen bersejarah yang memperkuat komitmen Indonesia dan Australia untuk bertindak bersama dalam menjaga perdamaian serta stabilitas kawasan.
Hubungan bilateral kedua negara, kata Albanese, kini berada pada titik terkuatnya, setelah tiga dekade kerja sama pertahanan sejak kesepakatan era pemerintahan Paul Keating dan Presiden Soeharto pada 1995.
"Perjanjian ini juga melanjutkan sejarah kerja sama pertahanan yang telah berlangsung selama tiga dekade, sejak pemerintahan Keating dan Soeharto, yang ditandatangani pada Desember 1995," katanya.
PM Australia juga memuji kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong keamanan regional dan global.
Menurut Albanese, traktat tersebut memperluas cakupan kerja sama keamanan dan pertahanan yang sudah terjalin, sekaligus menunjukkan tingkat kepercayaan yang semakin tinggi antara kedua negara yang saling berbagi salah satu batas maritim terpanjang di dunia.
Sebagai tindak lanjut, Albanese mengumumkan sejumlah inisiatif baru, di antaranya pembentukan posisi penugasan bagi perwira senior Indonesia di Angkatan Pertahanan Australia, pengembangan fasilitas pelatihan pertahanan bersama untuk meningkatkan kapasitas latihan gabungan serta perluasan pertukaran pendidikan militer guna mempererat hubungan antargenerasi pemimpin militer kedua negara.
'Hari ini, kita bukan hanya sekadar mitra, kita adalah sahabat dekat," katanya.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026