News

Magang Nasional Dinilai Bisa Diperluas bagi Lulusan SMK

Jakarta (KABARIN) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai program Magang Nasional sebaiknya tidak hanya dibuka untuk lulusan perguruan tinggi, tetapi juga diperluas bagi lulusan baru (fresh graduate) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Perluasan ini dinilai penting agar makin banyak anak muda mendapat kesempatan mengasah keterampilan sebelum terjun ke dunia kerja.

“Harapan kami, pertama kuota (diperbanyak). Lalu, kami harapkan bukan hanya diperluas untuk yang S1 saja, tapi mungkin bisa diperluas juga dari sisi jumlah atau penambahan kuota khusus untuk anak-anak SMK supaya mereka juga mendapatkan skill yang lebih baik lagi,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Menurut Sarman, peningkatan kompetensi lulusan SMK memang perlu mendapat perhatian khusus. Pasalnya, kelompok ini masih menyumbang angka pengangguran yang cukup tinggi di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis (5/2) mencatat, dari 7,35 juta orang pengangguran per November 2025, lulusan SMK menjadi penyumbang tingkat pengangguran terbanyak sebesar 8,45 persen. Posisi berikutnya ditempati lulusan SMA dengan angka 6,55 persen.

Program Magang Nasional yang berdurasi enam bulan diharapkan bisa dimanfaatkan peserta secara maksimal. Bukan cuma soal uang saku, tapi juga sebagai bekal sebelum benar-benar masuk ke dunia kerja, sekaligus memperluas relasi dan akses ke industri.

“Tentu kita harapkan dalam jangka enam bulan ini, harapan kita tentu para anak-anak magang sudah mendapat pekerjaan baru yang sesuai apa yang mereka dapatkan selama mereka ikut magang di perusahaan (yang mereka masuki),” ujar Sarman.

Ia memberi contoh, jika peserta magang ditempatkan di sektor hospitality seperti hotel dan restoran, maka ke depan mereka diharapkan bisa langsung terserap di sektor yang sama.

“Katakanlah misalnya kalau mereka magang di sektor hospitality seperti hotel dan restoran, ke depan juga mereka sudah bisa mendapatkan pekerjaan yang sama. Tentu yang kita dorong itu adalah bagaimana supaya berbagai program-program strategis pemerintah ini itu betul-betul bisa dipercepat prosesnya,” imbuhnya.

Pandangan serupa disampaikan pengamat ketenagakerjaan sekaligus Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar. Ia menilai perluasan akses magang untuk lulusan SMK penting karena mereka berada di usia produktif dan perlu dibekali kompetensi tambahan agar lebih siap bersaing.

“Magang Nasional ini menurut saya lebih difokuskan karena memang faktanya pengangguran terbuka kita tinggi dan mereka adalah lulusan SMA/K dan kuliah yang belum punya skill karena di dunia pendidikannya tidak dibekali, belum punya pengalaman, belum punya modal dan jejaring,” kata Timboel.

“(Jika tidak difasilitasi) Maka mereka akan semakin susah mendapatkan pekerjaan formal,” ujarnya menambahkan.

Melalui perluasan program magang ini, peluang anak muda, khususnya lulusan SMK untuk mendapat pengalaman kerja, keterampilan praktis, sekaligus pintu masuk ke dunia profesional diharapkan makin terbuka lebar.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: