Tapsel, Sumatera Utara (KABARIN) - Musibah banjir bandang yang menerjang Desa Huta Godang belum sepenuhnya pulih. Namun menjelang Ramadhan, suasana di pengungsian berubah menjadi lebih hangat. Ada aroma daging yang dimasak, tawa kecil anak-anak, dan harapan yang kembali tumbuh.
Di Desa Huta Godang, warga yang menjadi korban banjir bandang menyambut bulan suci dengan memotong sapi dan membagikannya secara merata.
Sebanyak empat ekor sapi bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara disalurkan kepada warga terdampak. Bagi mereka, ini bukan sekadar bantuan pangan—melainkan simbol perhatian dan penguat semangat di tengah situasi sulit.
Berbagi Tanpa Sekat
Yang membuat momen ini terasa istimewa adalah kebersamaannya. Daging yang dibagikan tidak hanya untuk warga Muslim yang akan menjalankan ibadah puasa, tetapi juga untuk warga beragama Kristen dan lainnya.
Di desa ini, tercatat sekitar 500 Kepala Keluarga (KK), dengan 350 KK beragama Islam dan 150 KK beragama Kristen. Semua menerima bagian yang sama.
“Daging ini bukan untuk umat Islam saja. Semua warga dapat, kami bagi rata,” ujar Kepala Desa setempat.
Di tengah musibah, tak ada sekat agama. Yang ada hanyalah rasa senasib dan solidaritas.
Sahur Sederhana, Rasa yang Istimewa
Bagi Intan Silalahi, salah satu warga terdampak, bantuan daging sapi ini terasa sangat berarti. Meski masih tinggal di pengungsian dengan segala keterbatasan, ia bisa memasak hidangan istimewa untuk sahur.
“Ini untuk sahur nanti. Walaupun di pengungsian seadanya, tapi bisa masak daging,” ujarnya dengan wajah sumringah.
Di tempat yang jauh dari kata nyaman, sepiring masakan hangat menjadi sumber kekuatan baru.
Ramadhan dan Harapan Baru
Ramadhan tahun ini mungkin berbeda bagi warga Kabupaten Tapanuli Selatan. Rumah mungkin belum sepenuhnya pulih, harta benda masih banyak yang hilang. Namun kebersamaan membuat segalanya terasa lebih ringan.
Di tengah luka akibat banjir bandang, mereka membuktikan bahwa semangat berbagi dan persaudaraan tetap bisa tumbuh.
Karena Ramadhan, pada akhirnya, bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga—tetapi juga tentang menguatkan satu sama lain, apa pun latar belakangnya.
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026