Pernyataan itu (Trump) menurunkan risk premium geopolitik dan memicu short covering serta dip-buying di pasar saham,
Jakarta (KABARIN) - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia Selasa ini bangkit mengikuti tren positif bursa global setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal bahwa konflik hampir selesai.
IHSG dibuka naik 105,68 poin atau 1,44 persen ke posisi 7.443,05. Sementara indeks LQ45, yang berisi 45 saham unggulan, ikut naik 9,98 poin atau 1,33 persen ke posisi 760,56.
"Pernyataan itu (Trump) menurunkan risk premium geopolitik dan memicu short covering serta dip-buying di pasar saham," kata Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta.
Trump bilang operasi militer terhadap Iran sudah "very complete" dan berlangsung lebih cepat dari perkiraan awal selama 4-5 minggu.
Penguatan IHSG juga didukung turunnya harga minyak yang sebelumnya hampir menyentuh 120 dolar AS per barel jadi sekitar 90 dolar AS per barel. Turunnya harga minyak muncul setelah laporan bahwa negara-negara G7 sedang membahas pelepasan cadangan minyak strategis untuk menambah pasokan global.
Harga minyak WTI tercatat turun 9,99 persen ke 85,30 dolar AS per barel, sementara Brent turun 10,40 persen ke 88,67 dolar AS pada pagi tadi pukul 09.20 WIB.
AS juga memberi pengecualian sementara selama 30 hari agar penjualan minyak Rusia yang tertahan bisa ke India, sekaligus mempertimbangkan pelepasan dari Strategic Petroleum Reserve yang menyimpan sekitar 415 juta barel minyak.
Meski sentimen membaik, Liza bilang volatilitas masih tinggi karena pasar terus memantau dua risiko utama yakni kemungkinan gangguan pasokan energi dari Selat Hormuz yang mengalirkan sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia dan risiko stagflasi setelah data tenaga kerja AS pekan lalu menunjukkan pelemahan pasar kerja.
"Pasar kini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Juli sekitar 77 persen menurut Fed Funds Futures, dengan penurunan suku bunga sepenuhnya diperkirakan pada September," tambah Liza.
Di sisi lain, beberapa negara mulai ambil langkah darurat untuk menekan lonjakan harga energi. China membatasi harga bahan bakar domestik, Korea Selatan mempertimbangkan kebijakan serupa untuk pertama kali dalam hampir 30 tahun, Jepang menyiapkan kemungkinan pelepasan cadangan minyak serta penggunaan dana darurat pemerintah.
Pakistan menutup sekolah dua minggu dan mendorong kerja dari rumah untuk mengurangi konsumsi bahan bakar, sementara Hungaria menetapkan batas harga bahan bakar dan meminta Uni Eropa menangguhkan sanksi energi terhadap Rusia.
Di pasar global, Senin kemarin bursa Eropa kompak melemah, sementara bursa AS di Wall Street justru menguat dengan Nasdaq naik 1,4 persen, S&P 500 naik 0,8 persen, dan Dow Jones naik 0,15 persen. Bursa regional Asia pagi ini juga ikut menguat seperti Nikkei naik 3,63 persen, Hang Seng 1,43 persen, Shanghai 0,42 persen, dan Strait Times 1,69 persen.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026