Money

Pemerintah Pastikan Pasokan Pangan Aman Selama Ramadhan hingga Lebaran

Perang Timur Tengah itu soal makanan tidak berdampak kepada kita karena kita tidak ada impor apa pun dari Timur Tengah soal makanan

Jakarta (KABARIN) - Pemerintah menyampaikan bahwa ketersediaan bahan pangan selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri dipastikan mencukupi. Selain stok yang aman, harga sejumlah kebutuhan pokok juga disebut masih relatif stabil.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terkait pasokan bahan makanan menjelang Lebaran.

“Jadi puasa sampai Lebaran stok pangan kita lebih dari cukup. Tersedia, harga terjangkau,” kata Zulkifli Hasan setelah rapat koordinasi di Jakarta.

Ia mengakui beberapa komoditas sempat mengalami kenaikan harga, seperti cabai dan telur. Namun menurutnya kondisi tersebut masih dalam batas harga acuan yang ditetapkan pemerintah.

“Memang ada yang naik, cabai, tapi sekarang sudah cenderung turun. Telur juga tapi masih dalam harga acuan,” ujarnya.

Zulkifli Hasan juga menilai konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah tidak memberikan pengaruh terhadap ketersediaan pangan di Indonesia. Hal itu karena pasokan bahan makanan nasional tidak bergantung pada impor dari wilayah tersebut.

“Perang Timur Tengah itu soal makanan tidak berdampak kepada kita karena kita tidak ada impor apa pun dari Timur Tengah soal makanan,” ungkap dia.

Selain menjaga stabilitas harga di pasar, pemerintah juga berupaya meningkatkan produksi pangan dalam negeri. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan pasokan global, termasuk terkait energi dan logistik.

Beberapa program yang disiapkan antara lain pengembangan produksi sumber protein seperti tambak ikan, sistem budidaya bioflok, hingga peningkatan produksi ayam petelur dan penggemukan ayam.

Pemerintah bahkan merencanakan pembangunan tambak ikan berskala besar sekitar 20.000 hektare di Pulau Jawa. Selain itu, pengembangan tambak juga akan dilakukan di sekitar 500 kabupaten dan kota di Indonesia.

Program tersebut akan diperkuat dengan pembangunan sekitar 2.000 Kampung Nelayan Merah Putih yang ditargetkan mulai berjalan pada 2026.

"Perintah Bapak Presiden produksi pangan kita harus terus ditingkatkan. Tahun ini kita akan besar-besaran bangun untuk protein," tutur Zulhas.

Sementara itu, data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional yang dihimpun oleh Bank Indonesia menunjukkan harga sejumlah komoditas di tingkat provinsi masih bergerak fluktuatif.

Harga bawang merah ukuran sedang tercatat sekitar Rp43.300 per kilogram dan mengalami penurunan tipis dibandingkan hari sebelumnya. Bawang putih ukuran sedang berada di kisaran Rp40.000 per kilogram.

Harga beras juga relatif stabil. Beras medium I berada di sekitar Rp15.950 per kilogram, sementara beras medium II berada di kisaran Rp15.800 per kilogram.

Di sisi lain, beberapa jenis cabai mengalami kenaikan harga. Cabai merah besar berada di kisaran Rp44.850 per kilogram, cabai merah keriting sekitar Rp44.500 per kilogram, dan cabai rawit merah mencapai sekitar Rp82.850 per kilogram.

Untuk komoditas lainnya, harga daging ayam ras segar tercatat sekitar Rp41.550 per kilogram. Telur ayam ras berada di kisaran Rp32.850 per kilogram dan gula pasir premium sekitar Rp19.900 per kilogram.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: