News

Israel Akan Kirim Angkatan Laut untuk Dukung AS di Selat Hormuz

PBB (KABARIN) - Israel membuka kemungkinan untuk mengirim kapal angkatan laut guna membantu Amerika Serikat dalam upaya membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang saat ini terdampak konflik di kawasan Timur Tengah.

Hal tersebut disampaikan Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Dany Danon. Ia mengatakan negaranya tidak menutup kemungkinan untuk memberikan dukungan militer kepada Washington jika diperlukan.

"Saya tidak mengesampingkan apa pun. Saya mengatakan kami (Israel) memahami perlunya mendukung upaya Amerika dan itu harus menjadi upaya global," kata Danon kepada wartawan, Senin, menjawab pertanyaan tentang kemungkinan pengiriman angkatan laut Israel untuk mendukung AS.

Danon juga menilai persoalan yang terjadi di Selat Hormuz bukan hanya berdampak pada Israel dan Amerika Serikat saja. Ia berharap negara negara lain juga ikut terlibat dalam menjaga jalur pelayaran tersebut.

"Saya berharap negara-negara lain menyadari bahwa mereka tidak dapat bersembunyi," katanya.

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut termasuk yang terjadi di ibu kota Teheran dan dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer milik Amerika Serikat di berbagai titik di Timur Tengah.

Situasi tersebut membuat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz ikut terganggu. Jalur ini merupakan salah satu rute paling penting bagi pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara negara di kawasan Teluk Persia menuju pasar energi dunia.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya juga meminta sejumlah negara seperti China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris untuk ikut mengirim kapal perang ke kawasan Selat Hormuz.

Sementara itu Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dalam pidatonya pada Kamis mengatakan bahwa Selat Hormuz harus tetap ditutup sebagai bentuk tekanan dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: