Jakarta (KABARIN) - Kepala Korps Lalu Lintas Polri atau Korlantas Polri, Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa sebagian kendaraan pemudik sudah mulai meninggalkan Jakarta.
Hingga Senin yang menjadi hari keempat pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, tercatat sekitar 28 persen kendaraan telah keluar dari ibu kota.
Agus menjelaskan jumlah tersebut berasal dari perkiraan total kendaraan yang diprediksi bergerak selama masa mudik. Pergerakan kendaraan tidak hanya menuju wilayah di Pulau Jawa, tetapi juga hingga ke luar pulau.
“Dari proyeksi 3,5 juta kendaraan yang akan meninggalkan (Jakarta) ke Trans Jawa, Jawa Barat hingga ke Cikupa, Banten, sampai Sumatera, sampai sekarang 28 persen yang sudah meninggalkan Jakarta,” katanya saat ditemui di Rest Area KM 57A Tol Jakarta–Cikampek pada Senin malam.
Ia juga menekankan bahwa Operasi Ketupat tidak sekadar fokus pada pengaturan lalu lintas selama mudik dan arus balik. Menurutnya operasi ini juga bertujuan menjaga situasi keamanan selama masyarakat menjalani rangkaian kegiatan di bulan Ramadhan hingga perayaan hari besar.
“Aman di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) dan aman di bidang keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas). Jadi, dua momentum sosial dan spiritual ini harus terjaga dan harus khusyuk, dan masyarakat betul-betul terlayani dengan baik,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, aparat menyiapkan lima fokus pengamanan selama masa mudik. Salah satunya adalah jalur jalan tol yang diperkirakan akan mengalami kepadatan kendaraan.
“Jalan tol dan dinamikanya; ada rest area, ada bottleneck, dan nanti juga ada contraflow, ada one way, ada di jalan tol,” katanya.
Selain tol, pengawasan juga dilakukan di jalur arteri dan jalan nasional termasuk rute alternatif yang menuju berbagai destinasi wisata.
Fokus berikutnya mencakup kawasan transportasi seperti pelabuhan penyeberangan yang menghubungkan beberapa wilayah di Indonesia. Beberapa di antaranya berada di Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Ketapang, serta jalur penyeberangan Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni.
Selain itu, pengamanan juga dilakukan di terminal, bandara, dan stasiun yang menjadi titik mobilitas masyarakat selama musim mudik.
Petugas juga memprioritaskan penjagaan di tempat ibadah terutama masjid yang akan digunakan untuk salat Idul Fitri serta lokasi kegiatan takbiran.
Fokus terakhir adalah area wisata yang biasanya ramai dikunjungi masyarakat menjelang Lebaran. Polisi memprediksi lonjakan pengunjung akan terjadi di berbagai daerah, baik di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, maupun wilayah lain di luar Pulau Jawa.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026