News

Trump Klaim Bisa “Ambil Alih” Kuba

Washington (KABARIN) - Presiden AS Donald Trump pada Senin (16/3) menyatakan bahwa ia bisa "mengambil alih" Kuba meski tidak menjelaskan langkah konkret yang akan dilakukan.

"Saya tak bisa memberi tahu Anda. Saya bisa mengatakan mereka [Kuba] sedang berbicara dengan kami. Itu adalah negara yang gagal. Mereka tak punya uang, mereka tidak punya minyak, mereka tak punya apa-apa," kata Trump.

"Mereka memiliki tanah yang bagus. Mereka punya pemandangan yang indah. Itu adalah pulau yang indah. Saya pikir mereka mempunyai orang-orang hebat," tambahnya.

"Sepanjang hidup saya, saya mendengar tentang Amerika Serikat dan Kuba. Kapan Amerika Serikat akan melakukannya? Saya yakin akan merasa terhormat untuk mengambil alih Kuba. Itu adalah kehormatan besar," ujar Trump.

"Mengambil alih Kuba, dalam beberapa bentuk, ya. Maksud saya, apakah saya membebaskannya atau mengambil alihnya, saya bisa melakukan apa pun yang saya inginkan terhadapnya," katanya menambahkan.

Insiden sebelumnya pada akhir Februari melibatkan kapal berbendera AS yang masuk perairan teritorial Kuba dan melepaskan tembakan. Penjaga perbatasan Kuba membalas serangan tersebut, menewaskan empat orang di kapal dan menahan enam lainnya.

Perwakilan Tetap Kuba untuk Kantor PBB di Jenewa Rodolfo Benitez Verson menegaskan bahwa Kuba berkewajiban mempertahankan perairan teritorialnya dan tindakan yang diambil sudah sesuai hukum internasional.

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: