News

Tiga Prajurit TNI Gugur, Israel Bantah Terlibat Serangan ke Pasukan PBB

Moskow (KABARIN) - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) membantah keterlibatan dalam insiden yang menimpa pasukan penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon, yang menyebabkan tiga prajurit TNI meninggal dunia.

"Dalam 24 jam terakhir, IDF telah meninjau insiden pada Senin (30/3), di mana pasukan UNIFIL dilaporkan terluka akibat ledakan di wilayah Bani Hayyan, Lebanon selatan," kata IDF di Telegram, Selasa (31/3).

Pihak Israel menyatakan tidak menempatkan bahan peledak di lokasi kejadian dan memastikan tidak ada pasukannya berada di area tersebut saat insiden terjadi.

Sebelumnya, UNIFIL melaporkan satu prajurit Indonesia gugur pada Minggu setelah sebuah proyektil menghantam pos penjagaan. Sehari kemudian, dua prajurit lainnya dilaporkan meninggal dunia akibat serangan terhadap kendaraan patroli di wilayah yang sama.

Insiden ini memicu perhatian dunia internasional. Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat di New York atas permintaan Indonesia dan Prancis.

"Kami menyatakan dengan jelas dan ini perlu diulang berkali-kali, pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran," kata Jean-Pierre Lacroix dalam pertemuan tersebut.

Situasi di kawasan memang tengah memanas sejak awal Maret, ketika kelompok Hizbullah kembali meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel.

Sebagai respons, Israel meningkatkan serangan ke sejumlah wilayah di Lebanon, termasuk bagian selatan, Lembah Beqaa, hingga pinggiran Beirut. Pada 16 Maret, militer Israel juga mengumumkan dimulainya operasi darat di wilayah Lebanon selatan.

Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: