News

Kirab Budaya Meriahkan 80 Tahun Sri Sultan HB X, Ribuan Warga Ikut Serta

Yogyakarta (KABARIN) - Belasan ribu pamong desa dan unsur Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan se-Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti kirab budaya dalam rangka Mangayubagya 80 Yuswa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X dari Titik Nol Kilometer hingga Keraton Yogyakarta, Kamis.

Para pamong dan LKK yang hadir dari lima kabupaten/kota di DIY dengan mengenakan pakaian adat Jawa gaya Keraton Yogyakarta tersebut mengikuti rangkaian kirab yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB.

Rombongan peserta diawali dari perwakilan Kota Yogyakarta, dilanjutkan dari Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul. Sementara masyarakat umum yang hadir menyaksikan kirab dianjurkan mengenakan busana adat Jawa atau batik.

Peserta kirab berjalan kaki dari Titik Nol Kilometer Yogyakarta menuju Pagelaran Keraton Yogyakarta sambil membawa hasil bumi dari masing-masing wilayah.

Paguyuban lurah DIY.yang tergabung dalam Nayantaka Gandang Hardjanata mengatakan kegiatan ini menjadi wujud ungkapan cinta dan penghormatan masyarakat DIY kepada Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, sekaligus bentuk rasa syukur atas kepemimpinan yang dinilai senantiasa mengayomi masyarakat.

Dalam kirab tersebut, setiap kelurahan membawa hasil bumi sesuai potensi wilayah masing-masing. Selanjutnya, hasil bumi yang diterima Keraton Yogyakarta diserahkan kembali kepada para bupati dan wali kota untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah masing-masing.

Lurah Tlogoadi Kabupaten Sleman Sutarja mengatakan peserta dari wilayahnya terlebih dahulu berkumpul di kelurahan sebelum berangkat bersama menuju lokasi kirab.

"Di Kabupaten Sleman ada 86 kelurahan dengan beragam potensi hasil bumi. Hasil buminya ada polo kependem (ubi-ubian), ada buah-buahan, ada sayur-sayuran, ada padi, dan lain sebagainya," katanya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Gunungkidul Arif Aldian menyebutkan pihaknya mengirimkan sekitar 4.000 peserta yang berasal dari 144 kelurahan, 18 kapanewon (kecamatan), serta melibatkan kepala perangkat daerah, BUMD, dan Abdi Dalem Kaprajan.

"Peserta dari Gunungkidul berangkat sejak pukul 05.00 WIB. Ini merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan kami kepada Ngarsa Dalem atas ulang tahun ke-80. Kami berharap beliau selalu diberikan kesehatan dan keselamatan," katanya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata di DIY melalui penguatan nilai-nilai budaya lokal yang ditampilkan dalam kirab.

Pada akhir kegiatan, panitia menyediakan angkringan gratis yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari seluruh kabupaten/kota di DIY.

Salah satu pedagang angkringan, Ari (63), mengaku telah melakukan persiapan sejak malam hari. Ia mulai menyiapkan dagangan sejak tengah malam sebelum berjualan pada pagi hari.

"Kami membawa sekitar 200 porsi nasi, 200 sate, dan 200 air mineral yang dikemas dalam besek. Setiap besek berisi nasi, gorengan, dan sate. Makanan ini dibagikan gratis kepada masyarakat dengan menggunakan kupon dari panitia," katanya.

Pewarta: Victorianus Sat Pranyoto dan Sayyida Nafisa
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: