News

PM Greenland Takut Jadi Target AS Berikutnya

Banyak orang merasa tidak aman ... perasaan itu berubah menjadi kemarahan

Moskow (KABARIN) - Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen mengungkap kekhawatiran warganya yang merasa pulau mereka bisa jadi target berikutnya Amerika Serikat, di tengah kembali mencuatnya ambisi Presiden Donald Trump untuk menguasai wilayah tersebut.

"Masyarakat Greenland, banyak dari mereka berpikir seperti itu, 'kami mungkin berikutnya', dan saya tahu negara lain juga berpikir demikian; dan itu sangat disayangkan," kata Nielsen kepada NBC, Rabu (15/4).

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Sejak Trump kembali menyuarakan keinginannya untuk menguasai Greenland demi kepentingan strategis dan keamanan nasional, situasi di dalam negeri ikut memanas.

Nielsen menyebut dampaknya sudah terasa langsung ke masyarakat. Rasa tidak aman mulai muncul, bahkan sampai memengaruhi aktivitas sehari-hari.

"Banyak orang merasa tidak aman. Sebagian merasa takut. Kini, bagi banyak orang, perasaan itu berubah menjadi kemarahan," kata Nielsen.

Menurutnya, situasi ini membuat sebagian warga ragu untuk melakukan aktivitas normal, seperti mengantar anak ke taman kanak-kanak atau menghadiri acara sosial.

Meski begitu, Nielsen menegaskan bahwa Greenland tidak akan menyerah pada tekanan dari pihak mana pun.

"Jika mereka melakukan sesuatu terhadap infrastruktur kami, maka tentu kami harus siap," tegasnya.

Ia juga menyoroti ketidakpastian soal apakah NATO akan benar-benar membela Greenland jika konflik membesar, mengingat semua pihak masih berada dalam satu aliansi.

"Saya tidak tahu apakah NATO akan memberikan jaminan untuk berperang demi kami melawan sekutu lain. Kami semua masih sekutu," ujarnya.

Greenland sendiri merupakan wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark. Namun, Trump berulang kali menyatakan keinginannya agar wilayah tersebut menjadi bagian dari Amerika Serikat karena dinilai strategis secara geopolitik.

Pemerintah Denmark dan Greenland pun sudah menegaskan penolakan terhadap wacana tersebut dan mengingatkan bahwa kedaulatan wilayah harus dihormati.

Dengan kondisi yang terus memanas, kekhawatiran Greenland bukan cuma soal politik, tapi juga menyangkut rasa aman warganya yang kini mulai terganggu.

Penerjemah: Primayanti
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: