Money

Zulhas: Harga Minyakita Naik akibat Serapan Bantuan Pangan

Nanti kalau untuk bantuan (pangan), kita minta merek apa saja dengan harga sama dari produsen sehingga (Minyakita) yang di pasar tradisional itu tidak berkurang

Jakarta (KABARIN) - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa kenaikan harga minyak goreng rakyat Minyakita dipicu oleh terserapnya pasokan dalam jumlah besar untuk program bantuan pangan pemerintah.

Ia menjelaskan, distribusi Minyakita untuk bantuan kepada sekitar 33 juta penerima manfaat selama dua bulan terakhir menyebabkan pasokan di pasar tradisional berkurang.

“Karena ada bantuan pangan 33 juta (penerima manfaat), kali 2 bulan, kali 2 liter, itu banyak sekali (yang terserap) dari pasar tradisional pindah ke bantuan pangan, jadi ini (harga) naik,” kata Zulhas usai rapat koordinasi terbatas di Jakarta, Rabu.

Zulhas menuturkan bahwa Minyakita pada awalnya merupakan minyak goreng curah yang dikemas ulang agar lebih higienis dan diperuntukkan bagi masyarakat di pasar tradisional.

“Minyakita itu menggantikan minyak curah yang ada di pasar, tetap penjualannya ada di pasar, maksudnya itu pasar tradisional," ujarnya.

Namun, tingginya permintaan membuat produk tersebut tidak hanya dibeli di pasar tradisional, tetapi juga di ritel modern sehingga pasokan semakin terbatas.

Untuk mengatasi kondisi ini, pemerintah berencana mengubah skema penyaluran bantuan pangan minyak goreng agar tidak lagi mengganggu ketersediaan di pasar.

“Nanti kalau untuk bantuan (pangan), kita minta merek apa saja dengan harga sama dari produsen sehingga (Minyakita) yang di pasar tradisional itu tidak berkurang,” ucapnya.

Selain itu, pemerintah akan mengoptimalkan peran BUMN pangan, terutama Perum Bulog, untuk mendistribusikan Minyakita kembali ke pasar tradisional di berbagai daerah.

“Nanti Minyakita itu dikoordinir sebagian besar oleh BUMN, Bulog, untuk kembali itu menyuplai pasar-pasar tradisional yang ada di 500 kabupaten kota itu,” tuturnya.

Zulhas juga menegaskan bahwa harga eceran tertinggi (HET) Minyakita belum berubah. Usulan penyesuaian harga dari Menteri Perdagangan masih akan dikaji bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta instansi terkait.

"Minyakita memang lama tidak ada penyesuaian, tadi Mendag usulkan penyesuaian, tapi saya minta dihitung dulu ya, minta BPKP dan beberapa instansi terkait untuk menghitung bareng-bareng nanti baru kita rapatkan secara khusus," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut stok minyak goreng nasional dalam kondisi aman, meski di sejumlah daerah terjadi kenaikan harga Minyakita hingga sekitar Rp15.900 per liter.

Kenaikan juga terjadi pada minyak goreng premium yang rata-rata mencapai Rp21.796 per liter berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: