Bursa regional Asia sebagian besar melemah pada Jumat seiring kenaikan harga minyak yang menekan sentimen, di tengah mandeknya negosiasi perdamaian antara AS dan Iran
Jakarta (KABARIN) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (25/4) ditutup melemah cukup dalam seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dunia.
IHSG turun 249,12 poin atau 3,38 persen ke level 7.129,49. Sementara itu, indeks LQ45 juga melemah 25,12 poin atau 3,51 persen menjadi 690,76.
"Bursa regional Asia sebagian besar melemah pada hari Jumat seiring kenaikan harga minyak yang menekan sentimen, di tengah mandeknya negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta berlanjutnya gangguan di Selat Hormuz," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Menurutnya, ketidakpastian pasokan energi global masih berlanjut sehingga harga energi tetap tinggi dan memicu kekhawatiran terhadap inflasi serta prospek pertumbuhan ekonomi dunia.
Selain itu, pelaku pasar juga menantikan sejumlah agenda ekonomi global pekan depan, termasuk rapat FOMC The Fed yang diperkirakan masih mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,53–3,75 persen.
Dari Amerika Serikat, sejumlah data ekonomi juga akan dirilis, mulai dari kepercayaan konsumen, sektor perumahan, hingga data PDB kuartal I-2026, pendapatan dan belanja pribadi, indeks harga PCE, serta indeks manufaktur ISM.
Di Asia, investor juga menantikan keputusan Bank of Japan (BoJ) yang diperkirakan mempertahankan suku bunga di level 0,75 persen meski inflasi meningkat. Sementara data ekonomi seperti PDB, inflasi, dan pengangguran juga akan dirilis di kawasan tersebut.
Sementara itu, European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE) diperkirakan juga menahan suku bunga masing-masing di level 2,15 persen dan 3,75 persen.
Dari dalam negeri, tekanan tambahan datang setelah Fitch Ratings memangkas outlook kredit empat bank besar Indonesia—Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA), dan Bank Negara Indonesia (BBNI)—dari stabil menjadi negatif.
Di sisi lain, pemerintah disebut mengamankan 150 juta barel minyak Rusia sebagai langkah antisipasi untuk menjaga ketahanan pasokan energi di tengah konflik Timur Tengah.
IHSG dibuka melemah dan terus berada di zona merah sepanjang perdagangan, baik pada sesi pertama maupun sesi kedua hingga penutupan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sebelas sektor tercatat melemah, dengan sektor barang konsumen non primer menjadi yang paling dalam terkoreksi sebesar 4,14 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor energi yang masing-masing turun 4,03 persen dan 3,82 persen.
Saham yang mencatat kenaikan terbesar antara lain PSDN, BNBA, BRNA, CTTH, dan SMMT. Sementara itu, saham dengan penurunan terbesar yakni AMIN, SKBM, LPPF, KRYA, dan HOPE.
Frekuensi perdagangan mencapai 2.685.048 kali transaksi, dengan volume 47,12 miliar saham dan nilai transaksi Rp24,34 triliun. Sebanyak 83 saham menguat, 670 melemah, dan 62 stagnan.
Di kawasan Asia, indeks Nikkei Jepang menguat 0,91 persen ke 59.680,00, Hang Seng naik 0,24 persen ke 25.978,07, sementara Shanghai turun 0,33 persen ke 4.079,90 dan Strait Times melemah 0,43 persen ke 4.922,86.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026