Money

Menkeu Purbaya Bantah Isu Dana Negara Tersisa Rp120 Triliun

Jakarta (KABARIN) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis kabar yang menyebutkan bahwa kas negara saat ini hanya tersisa Rp120 triliun. Ia menegaskan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dalam keadaan aman dan mencukupi.

“Nggak usah takut soal APBN, masih cukup. Uang kita masih banyak,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

Ia menjelaskan bahwa dana Rp120 triliun yang sempat menjadi sorotan publik merupakan bagian dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah yang ditempatkan di Bank Indonesia (BI). Total SAL sendiri mencapai sekitar Rp420 triliun.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp300 triliun telah dialokasikan untuk mendukung likuiditas perbankan guna mendorong aktivitas ekonomi dan mempercepat pertumbuhan melalui fungsi intermediasi bank.

Menurut Purbaya, kebijakan penempatan dana ini dilakukan secara bertahap, termasuk penambahan Rp100 triliun menjelang periode Lebaran untuk menjaga stabilitas likuiditas perbankan saat kebutuhan dana masyarakat meningkat.

Ia menegaskan bahwa dana tersebut bersifat deposito on call, sehingga masih bisa ditarik pemerintah kapan pun diperlukan.

“Dulu biasanya ditaruh di BI, sekarang harusnya masuk ke ekonomi. Itu yang menunjang pertumbuhan ekonomi selama beberapa bulan terakhir. Tapi uangnya nggak habis, masih deposito saya. Itu langkah yang pintar (smart move) sebetulnya,” ujarnya.

Dari sisi kinerja APBN, hingga akhir Maret 2026 pendapatan negara tercatat Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5 persen secara tahunan (yoy), didorong kenaikan penerimaan pajak sebesar 20,7 persen (yoy).

Sementara itu, belanja negara tumbuh 31,4 persen (yoy), dengan defisit APBN tetap terjaga di level 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Purbaya menegaskan APBN tetap solid dan berfungsi sebagai peredam gejolak ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: