Jakarta (KABARIN) - Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza menilai efektivitas menjadi faktor utama kemenangan telak timnya atas Persis Solo pada lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (27/4).
Menurutnya, perbedaan paling mencolok dibanding laga sebelumnya adalah kemampuan tim dalam mengonversi peluang menjadi gol.
“Perbedaannya dengan pertandingan sebelumnya (saat diimbangi PSIM 1-1) adalah kali ini kami berhasil mencetak gol. Kami menciptakan banyak situasi, kami beruntung pada gol pertama. Kiper Persis Solo bermain sangat baik, sayangnya pada momen itu dia melakukan kesalahan, dan setelah gol tersebut, pertandingan tanpa diragukan lagi menjadi sedikit lebih mudah bagi kami," kata Mauricio, dikutip dari laman resmi I.League, Selasa.
Empat gol kemenangan Persija dicetak oleh Allano Lima (52’), Jean Mota (63’), Paulo Ricardo (80’), dan Gustavo Almeida (90+1’). Hasil ini membuat Persija tetap menjaga peluang dalam persaingan papan atas.
Tambahan tiga poin tersebut membawa Persija mengoleksi 62 poin dan menempati posisi ketiga klasemen sementara Super League 2025/2026, hanya terpaut empat poin dari Borneo FC Samarinda dan Persib Bandung yang sama-sama mengoleksi 66 poin di dua posisi teratas.
Sementara itu, Persija masih menunggu hasil laga pesaingnya di pekan ke-30 yang akan digelar mulai Rabu (29/4), dengan Borneo FC bertandang ke Persik Kediri dan Persib Bandung menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Souza menegaskan bahwa timnya tampil konsisten dalam mengontrol permainan, meski tetap menekankan pentingnya hasil akhir berupa kemenangan.
“Tim kami adalah tim yang konsisten. Kami boleh saja memiliki pengusaan bola lebih banyak, penyelesaian akhir dan menekan lawan. Namun, semua itu tidak ada artinya jika kita tidak keluar lapangan dengan kemenangan. Apa yang kami kontrol adalah performa tim,” tuturnya.
Di sisi pemain, gelandang muda Persija Muhammad Rayhan Hannan mengaku senang mendapat lebih banyak kesempatan bermain di akhir musim.
Ia menyebut fokus dan konsistensi menjadi kunci saat mendapatkan kepercayaan dari pelatih.
“Sejak awal musim saya tidak banyak bermain, tapi di akhir-akhir musim ini saya mendapat banyak kesempatan dari Coach (Mauricio Souza). Yang saya tekankan kepada diri saya adalah tetap fokus," kata pemain berusia 22 tahun itu.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026