News

Trump Pertimbangkan Opsi Serangan Militer Baru terhadap Iran

Istanbul (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan akan menerima paparan terkait rencana terbaru yang mencakup kemungkinan aksi militer terhadap Iran pada Kamis (30/4).

Mengutip laporan Axios, paparan tersebut akan disampaikan oleh Komandan US Central Command Laksamana Brad Cooper, yang disebut menunjukkan bahwa Trump tengah serius mempertimbangkan kembali operasi tempur skala besar.

Langkah ini disebut sebagai upaya untuk memecah kebuntuan negosiasi atau memberikan tekanan terakhir kepada Iran sebelum konflik diakhiri.

Dalam rencana yang disiapkan, militer AS disebut mengusulkan serangan yang bersifat singkat namun intens dengan target infrastruktur Iran. Tujuannya untuk mendorong Teheran kembali ke meja perundingan dengan sikap lebih terbuka, terutama terkait isu nuklir.

Selain itu, opsi lain yang dibahas mencakup kemungkinan penguasaan sebagian wilayah Selat Hormuz guna membuka kembali jalur pelayaran internasional. Namun, skenario ini berpotensi melibatkan pengerahan pasukan darat.

Ada pula rencana lain yang sempat muncul sebelumnya, yakni operasi pasukan khusus untuk mengamankan cadangan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi milik Iran.

Dalam wawancara dengan Axios sehari sebelumnya, Trump menyebut blokade laut terhadap Iran dinilai lebih efektif dibandingkan serangan udara dalam menekan pihak lawan.

Meski demikian, laporan tersebut menyebutkan bahwa opsi militer tetap terbuka jika Iran tidak menunjukkan tanda-tanda kompromi.

Para perencana militer AS juga memperhitungkan potensi serangan balasan dari Iran terhadap pasukan AS di kawasan Timur Tengah sebagai respons atas tekanan tersebut.

Ketua Kepala Staf Gabungan AS Dan Caine dijadwalkan turut hadir dalam paparan tersebut.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: