Keselamatan mereka harus dijamin tanpa kompromi
Kuala Lumpur (KABARIN) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengecam keras tindakan Israel yang kembali menahan kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.
"Saya mengutuk tindakan kekerasan rezim Zionis Israel terhadap misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional, yang merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum maritim dan menyerupai tindakan perompakan yang mencemari prinsip kemanusiaan universal," kata Anwar Ibrahim dalam pernyataannya di Kuala Lumpur, Kamis.
Berdasarkan informasi yang ia sampaikan melalui Telegram, sedikitnya 22 kapal dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 ditahan saat melintas di laut internasional. Dari jumlah tersebut, enam kapal membawa 10 warga negara Malaysia.
Anwar pun mendesak respons cepat dari berbagai pihak untuk menjamin keselamatan seluruh aktivis yang ditahan, termasuk warga Malaysia yang hingga kini dilaporkan terputus komunikasi.
"Keselamatan mereka harus dijamin tanpa kompromi," tegasnya.
Pemerintah Malaysia saat ini disebut tengah menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah negara sahabat guna mendorong pembebasan para aktivis tersebut.
Di tengah situasi yang memanas, Anwar menegaskan bahwa nilai kemanusiaan harus menjadi prioritas utama di atas perbedaan apa pun. Ia juga memastikan Malaysia akan tetap konsisten memperjuangkan prinsip tersebut.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026