Jakarta (KABARIN) - Wakil Ketua Umum I PP PBSI Taufik Hidayat menegaskan PBSI bakal memperbaiki sistem pembinaan atlet agar lebih terarah setelah hasil mengecewakan Indonesia di Piala Thomas 2026.
Menurut Taufik, evaluasi besar-besaran sudah dilakukan menyusul kegagalan tim Indonesia lolos dari fase grup untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Thomas.
"Kami ingin proses pembinaan berjalan lebih terarah sehingga setiap atlet memiliki kesiapan yang lebih matang untuk menghadapi tekanan dan persaingan di level dunia," kata Taufik dalam konferensi pers di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Jumat.
PBSI juga berencana mempercepat program regenerasi dengan memberi lebih banyak kesempatan kepada pemain muda tampil di turnamen level kompetitif.
Langkah itu diharapkan bisa membantu atlet muda berkembang lebih cepat sekaligus membangun mental juara saat menghadapi laga penting.
"Kami pun berharap para atlet dapat berkembang lebih cepat dan konsisten, serta memiliki mental juara saat menjalani pertandingan-pertandingan penting," ujar peraih emas Olimpiade Athena 2004 itu.
Hasil buruk di Piala Thomas 2026 dianggap menjadi pukulan besar bagi Indonesia yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama bulu tangkis dunia.
Taufik mengatakan evaluasi yang dilakukan PBSI mencakup banyak aspek, mulai dari kesiapan teknis, strategi pertandingan, konsistensi performa, hingga penguatan mental bertanding dalam nomor beregu.
Selain atlet, evaluasi juga menyasar tim pendukung, pelatih, hingga sistem persiapan secara keseluruhan.
Melalui pembenahan tersebut, PBSI berharap kualitas atlet Indonesia bisa meningkat dari sisi teknik, fisik, maupun mental saat tampil di level internasional.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026