Jakarta (KABARIN) - Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Eng Hian menyebut kegagalan Indonesia melaju dari fase grup Piala Thomas 2026 salah satunya dipicu kondisi psikologis atlet yang tidak stabil saat bertanding.
“Atlet menyampaikan ada ketegangan di lapangan yang sulit diatasi,” ujar Eng Hian dalam konferensi pers di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Jumat.
Ia mencontohkan kondisi tunggal putra Alwi Farhan yang disebut sempat mengalami lonjakan detak jantung hingga 200 denyut per menit (bpm) akibat tekanan pertandingan.
“Itu faktor manusia yang tidak bisa diukur pakai angka,” kata Eng Hian.
Menurutnya, tekanan mental menjadi faktor utama yang memengaruhi performa tim Indonesia di ajang tersebut. Para atlet, kata dia, memiliki motivasi tinggi namun kesulitan mengendalikan emosi saat menghadapi situasi krusial di lapangan.
“Faktor utamanya adalah tekanan terhadap atlet. Keinginan mereka begitu tinggi, tapi tidak bisa mengontrol emosi,” ujarnya.
Pada Piala Thomas 2026, Indonesia tergabung di Grup D bersama Prancis, Thailand, dan Aljazair. Indonesia mencatat kemenangan 5-0 atas Aljazair dan 3-2 atas Thailand, namun gagal mengamankan tiket ke fase gugur setelah kalah 1-4 dari Prancis.
Hasil tersebut menjadi catatan buruk bagi Indonesia karena untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Thomas, tim Merah Putih gagal melaju ke babak gugur.
Sumber: ANTARA