News

Iran Janji Buka Medan Pertempuran Baru jika AS Kembali Menyerang

Teheran (KABARIN) - Iran memperingatkan akan meningkatkan operasi militernya ke medan pertempuran baru apabila Amerika Serikat dan Israel kembali melancarkan agresi terhadap negara tersebut.

Juru bicara militer Iran Mohammad Akraminia mengatakan pihaknya telah menyiapkan metode perang baru yang disebut tidak terduga bagi lawan-lawannya.

“Jika musuh sekali lagi salah perhitungan dan memulai agresi terhadap Iran, mereka pasti akan menghadapi metode (perang) baru yang tidak terduga,” kata Akraminia seperti dikutip kantor berita Tasnim News Agency.

Akraminia menjelaskan metode tersebut mencakup penggunaan peralatan tempur yang lebih modern dan canggih, pola peperangan baru, hingga pembukaan medan pertempuran baru.

“Dengan kata lain, perang akan mencapai tempat-tempat yang tidak dapat diperkirakan atau diperhitungkan musuh dalam rencana mereka,” tambahnya.

Selama masa gencatan senjata dengan Amerika Serikat, Iran disebut terus memperkuat kemampuan militernya. Langkah itu dilakukan melalui pembaruan daftar target, penyesuaian pelatihan tempur, perbaikan sistem persenjataan ofensif dan defensif, hingga pengerahan ulang pasukan.

Sebelumnya pada hari yang sama, Komando Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC juga memperingatkan Amerika Serikat terkait kemungkinan serangan balasan terhadap kapal dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.

“Setiap agresi terhadap kapal tanker minyak dan kapal dagang Iran akan dibalas dengan serangan kuat terhadap salah satu pusat AS di kawasan dan kapal-kapal musuh,” tulis Angkatan Laut IRGC melalui platform X.

Ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meningkat sejak 28 Februari, ketika Washington dan Tel Aviv melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran.

Pada 7 April, kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan. Namun, perundingan lanjutan di Islamabad dilaporkan tidak membuahkan hasil.

Meski belum ada laporan resmi mengenai dimulainya kembali konflik bersenjata, Amerika Serikat disebut telah memulai blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sejumlah mediator internasional kini masih berupaya mengatur putaran baru perundingan guna meredakan ketegangan di kawasan.

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: