Pemimpin Taiwan Lai Ching-te meminta Amerika Serikat tetap melanjutkan penjualan senjata ke Taiwan demi menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan.
Dalam unggahan di Facebook pada Minggu malam 17 Mei, Lai menilai peningkatan kekuatan militer China dilakukan untuk memperbesar tekanan terhadap Taiwan.
"Karena China terus menggunakan angkatan bersenjata untuk mencaplok Taiwan, sekaligus memperluasan kekuatan militer dan berupaya mengubah status quo di kawasan dan lintas selat, maka penjualan senjata dari AS kepada Taiwan serta kerja sama keamanan yang lebih dalam diperlukan," kata Lai.
Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya masih mempertimbangkan persetujuan paket penjualan senjata senilai 14 miliar dolar AS atau sekitar Rp247 triliun untuk Taiwan.
Dalam wawancara dengan Fox News setelah bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing, Trump menyebut keputusan tersebut akan bergantung pada hubungan dengan China.
"Saya masih menahannya dan itu tergantung pada China. Jujur, ini kartu negosiasi yang sangat bagus bagi kami. Nilainya sangat besar," ujar Trump.
China selama ini menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan berulang kali menegaskan akan melakukan penyatuan, termasuk dengan kekuatan militer jika diperlukan.
Beijing juga terus menolak langkah Washington yang menjual senjata ke Taipei.
Meski telah mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taiwan ke China daratan, Amerika Serikat tetap menjadi salah satu mitra utama Taiwan, termasuk dalam sektor perdagangan dan pertahanan.
Dalam wawancara yang sama, Trump juga mengatakan dirinya tidak ingin ada pihak yang mendorong kemerdekaan Taiwan. Pernyataan itu diduga mengarah kepada Lai dan kelompok yang oleh Beijing disebut separatis.
Menanggapi hal tersebut, Lai menegaskan bahwa Republik China atau Taiwan merupakan wilayah berdaulat dan merdeka.
Ia juga menyatakan pemerintah Taiwan dan Republik Rakyat China tidak berada di bawah kedaulatan satu sama lain.
China dan Taiwan telah memiliki pemerintahan terpisah sejak perang saudara pada 1949.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026