Magelang (KABARIN) - Majelis Agama Buddha Tantrayana Indonesia (MUNI) menggelar doa aspirasi agung untuk perdamaian NKRI dan dunia di kawasan Candi Borobudur.
Kegiatan tersebut bertujuan memohon kedamaian, ketenteraman, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Ketua Perkumpulan Umat Nyingma Tantrayana MUNI Lama Rama Santoso Liem mengatakan pelaksanaan tahun ini memiliki fokus tambahan berupa doa khusus bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.
“Tahun ini, di luar doa aspirasi rutin, kami menambahkan doa khusus untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia. Kami mendoakan seluruh rakyat NKRI agar selalu berada dalam kedamaian dan kemakmuran,” katanya di Magelang, Kamis.
Rangkaian kegiatan menyambut Waisak 2026 diawali dengan upacara Nyingma Monlam Indonesia pada hari pertama.
Selanjutnya pada Jumat malam (29/5), umat Buddha akan mengikuti ritual Larung Pelita Purnama Siddhi di aliran Sungai Progo. Kegiatan dilanjutkan Sabtu pagi (30/5) melalui ritual “Merti Karuna Bumi” yang memadukan ajaran Buddha dengan tradisi budaya Jawa.
“Kami berkolaborasi dan menggabungkan ajaran Buddha dengan tradisi Jawa. Melalui Merti Karuna Bumi, kami mengajak seluruh umat Buddha untuk selalu peduli pada lingkungan,” ujar Lama Rama.
Ia menjelaskan kepedulian terhadap lingkungan perlu dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga masyarakat sebelum membawa doa yang lebih besar untuk dunia.
Panitia awalnya menyiapkan kapasitas bagi 500 hingga 700 peserta dari dalam dan luar negeri. Namun, kondisi geopolitik global, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, memengaruhi kehadiran peserta internasional.
Menurut dia, sejumlah delegasi asing membatalkan perjalanan akibat kendala penerbangan internasional meski sebelumnya sudah terdaftar dan mengonfirmasi kehadiran.
Meski demikian, acara tetap diikuti sekitar 400 umat Buddha. Delegasi luar negeri yang hadir berasal dari Singapura, Malaysia, Vietnam, Hong Kong, Taiwan, Jepang, China, Portugal, Prancis, Bulgaria, hingga Australia.
Sementara peserta domestik datang dari berbagai daerah seperti Medan, Pekanbaru, Jambi, Bali, Pulau Jawa, hingga Sulawesi.
Walaupun kegiatan ini diselenggarakan oleh Sangha Tantrayana Vajrayana, panitia turut mengundang sangha dari berbagai majelis agama Buddha lainnya sebagai bentuk memperkuat kebersamaan antarumat.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026