News

Kemenag Gelontorkan Rp85 Miliar untuk Pemulihan Aceh Pascabencana

Jakarta (KABARIN) - Kementerian Agama (Kemenag) mengalokasikan lebih dari Rp85 miliar untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi sektor pendidikan serta layanan keagamaan di Aceh yang terdampak banjir bandang. Anggaran tersebut disalurkan melalui berbagai program yang berjalan pada tahun anggaran 2025 hingga 2026.

“Bencana telah merusak sarana pendidikan, rumah ibadah, hingga layanan publik keagamaan. Karena itu, pemulihan harus dilakukan secara menyeluruh agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas belajar dan beribadah dengan baik,” ujar Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hak Asasi Manusia dan Hukum Faisal Ali Hasyim di Jakarta, Rabu.

Ia menegaskan bantuan ini merupakan komitmen pemerintah agar masyarakat terdampak bencana kembali memperoleh layanan pendidikan dan keagamaan yang layak.

Pada 2025, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag mengalokasikan Rp46,38 miliar untuk pemulihan sektor pendidikan, mencakup 131 madrasah swasta, 169 madrasah negeri, 18 pondok pesantren, hingga bantuan bagi guru, tenaga kependidikan, perguruan tinggi keagamaan, dan mahasiswa terdampak.

Bantuan tersebut juga berupa berbagai sarana penunjang seperti peralatan kebersihan, genset, tenda darurat, meubelair, hingga perangkat pembelajaran yang rusak akibat bencana.

Program berlanjut pada 2026 dengan alokasi Rp14,24 miliar, termasuk rehabilitasi 24 madrasah swasta serta pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya yang hanyut terbawa banjir.

Di sisi lain, Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam mengalokasikan Rp24,46 miliar untuk pemulihan layanan keagamaan, meliputi rehabilitasi 64 Kantor Urusan Agama (KUA), bantuan 65 masjid dan 20 musala, serta distribusi 6.000 mushaf Al-Qur’an.

Faisal menyebut pemulihan tidak hanya berhenti pada bantuan yang telah disalurkan, tetapi akan terus dilanjutkan melalui sinkronisasi data dan perencanaan lintas pihak.

Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Arskal Salim juga mengapresiasi partisipasi masyarakat Aceh yang menghibahkan lahan untuk pembangunan kembali madrasah dan KUA yang terdampak.

“Ini menunjukkan semangat gotong royong masyarakat Aceh yang luar biasa. Dukungan tersebut sangat membantu percepatan pembangunan kembali fasilitas pendidikan dan layanan keagamaan,” ujarnya.

Secara keseluruhan, kebutuhan pemulihan sektor Kemenag di Aceh dalam rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana mencapai sekitar Rp1,836 triliun, mencakup pembangunan madrasah, pesantren, hingga rumah ibadah.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: