...rupiah mulai menunjukkan pemulihan seiring membaiknya sentimen pasar dan langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia
Jakarta (KABARIN) - Nilai tukar rupiah ditutup menguat 114 poin atau 0,63 persen ke posisi Rp17.944 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, dari sebelumnya Rp18.058 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan penguatan rupiah terjadi setelah sentimen pasar membaik serta adanya langkah stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia (BI).
“Setelah sempat menyentuh level terlemah di Rp18.190 per dolar AS pada awal pekan, rupiah mulai menunjukkan pemulihan seiring membaiknya sentimen pasar dan langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Meski demikian, Amru menilai pergerakan rupiah masih berpotensi mengalami fluktuasi karena pelaku pasar terus mencermati berbagai sentimen global dan domestik yang berkembang.
Menurut dia, perhatian investor saat ini masih tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah yang dapat memengaruhi minat terhadap aset berisiko.
Selain itu, pasar juga menantikan data inflasi Amerika Serikat yang dinilai menjadi indikator penting bagi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
“Jika inflasi AS masih tinggi, dolar AS berpotensi menguat karena pasar akan memperkirakan suku bunga tetap tinggi lebih lama. Sebaliknya, jika inflasi lebih rendah dari perkiraan, tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, dapat berkurang,” ungkap Amru.
Dari sisi domestik, sentimen positif datang dari keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.
Kebijakan tersebut dinilai mampu memperkuat keyakinan pasar terhadap komitmen BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
“Hal ini terlihat dari penguatan rupiah setelah pengumuman kenaikan suku bunga. Selain itu, komunikasi aktif BI dengan investor global juga turut membantu menjaga optimisme terhadap prospek ekonomi dan pasar keuangan Indonesia,” ujar dia.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu juga tercatat menguat ke level Rp17.971 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya sebesar Rp18.141 per dolar AS.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026