Jakarta (KABARIN) - Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier tiba di Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin sekitar pukul 09.00 WIB dalam rangka kunjungan kenegaraan yang dijadwalkan berlangsung satu hari di Indonesia.
Setibanya di area parkir pesawat Lanud Halim, Presiden Steinmeier disambut upacara jajar kehormatan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mengenakan seragam khusus berwarna hitam dengan kombinasi merah-putih lengkap dengan atribut dan senjata.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mewakili Pemerintah Indonesia menyambut langsung kedatangan Presiden Jerman di ujung tangga pesawat. Turut hadir Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste serta Duta Besar RI untuk Jerman Abdul Kadir Jailani.
Suasana penyambutan semakin khidmat dengan dentuman meriam sebagai bentuk penghormatan kepada kepala negara Jerman tersebut, yang menjadi kunjungan perdananya ke Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kunjungan terakhir Steinmeier ke Jakarta tercatat pada 2022.
Usai prosesi penyambutan, Presiden Steinmeier bersama Ibu Negara Elke Büdenbender melintasi karpet biru yang di ujungnya disambut pertunjukan singkat tarian tradisional Betawi.
Selanjutnya, rombongan Presiden Jerman melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan resmi beratribut bendera kedua negara, dikawal Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan pasukan motoris.
Rombongan melintasi sejumlah ruas jalan utama Jakarta, mulai dari Halim Perdanakusuma, MT Haryono, Gatot Subroto, Sudirman, M.H. Thamrin, hingga Medan Merdeka Barat, sebelum memasuki kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Istana Merdeka.
Kunjungan ini merupakan bagian dari lawatan Presiden Steinmeier ke beberapa negara Asia, termasuk Uzbekistan dan Filipina.
Di Jakarta, ia dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo Subianto untuk membahas sejumlah agenda strategis, termasuk kerja sama ekonomi Indonesia–Jerman serta perluasan pertukaran tenaga kerja ahli.
Selain itu, Presiden Jerman juga dijadwalkan mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta serta berdialog dengan komunitas intelektual dan peneliti Indonesia.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026