News

Program Tanazul Bantu 142 Haji Sakit Pulang Lebih Cepat

Makkah (KABARIN) - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memulangkan sebanyak 142 haji yang sakit lebih awal ke tanah air melalui program Tanazul yang difasilitasi oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).

Penanggung Jawab Evakuasi Tanazul KKHI Makkah Syougie menyampaikan bahwa program Tanazul diperuntukkan bagi jamaah yang dinilai layak terbang berdasarkan hasil pemeriksaan medis.

"Program Tanazul ini merupakan program di mana jamaah haji atas indikasi medis dipulangkan lebih awal dari kloternya. Atau jika jamaah hajinya dirawat di rumah sakit dan kloternya telah pulang ke Indonesia, itu kita pulangkan," ujar Syougie di Makkah, Selasa.

Ia menekankan setiap jamaah yang diusulkan mengikuti program tersebut harus melalui proses penilaian kesehatan, dengan menjadikan aspek keselamatan penerbangan sebagai pertimbangan utama.

Asesmen dilakukan terhadap kondisi medis jamaah, baik yang memiliki penyakit penyerta maupun yang baru selesai menjalani perawatan di rumah sakit.

Tim kesehatan kemudian akan menilai stabilitas kondisi pasien dan berkonsultasi dengan dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) terkait.

"Setelah dinilai stabilitasnya, akan kita konsulkan ke DPJP terkait. Misalnya dia ada masalah jantung kita konsulkan ke spesialis jantung, pasca-stroke kita konsulkan ke dokter saraf. Hasilnya dinilai apakah layak terbang atau tidak untuk diprogramkan mutasinya," jelas Syougie.

Ia mengatakan KKHI menerima sekitar 400 permohonan Tanazul. Namun, tidak semuanya berujung pada pelaksanaan evakuasi tersebut karena sebagian jamaah kondisinya membaik dan akhirnya dapat kembali bersama kloternya masing-masing.

Berdasarkan data terakhir yang dihimpun KKHI, sebanyak 142 haji telah dipulangkan melalui program Tanazul. Sementara jumlah permohonan tercatat mencapai 334 pengajuan, belum termasuk tambahan 33 permohonan baru pada awal pekan ini.

Syougie memastikan jamaah sakit yang mengikuti program Tanazul tetap mendapatkan pengawasan medis yang ketat hingga menjelang keberangkatan.

"Untuk jamaah sakit, kita akan nilai ulang kembali sebelum penerbangan," katanya.

Ia menambahkan, pendampingan medis dipastikan terus diberikan selama proses pemulangan. Jamaah yang ditanazulkan akan dipantau secara berkala oleh petugas kesehatan sejak di ruang tunggu bandara hingga naik ke pesawat menuju tanah air.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: