News

Iran Umumkan Rencana Perundingan Baru dengan AS Usai MoU Penghentian Perang

Teheran (KABARIN) - Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyampaikan bahwa Iran dan Amerika Serikat (AS) akan memulai putaran baru perundingan pada Jumat (19/6) untuk mencapai kesepakatan akhir setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penghentian perang.

Pernyataan itu disampaikan Araghchi dalam pertemuan dengan para diplomat asing di Teheran, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Iran IRNA.

“Putaran baru perundingan antara Iran dan AS untuk mencapai kesepakatan akhir kemungkinan akan dimulai pada Jumat di lokasi yang akan ditentukan,” ujar Araghchi.

Ia menjelaskan, proses negosiasi akan dibagi menjadi dua tahap karena kompleksitas isu yang dibahas, termasuk penghentian konflik, aset Iran yang dibekukan, hingga rekonstruksi kerusakan akibat perang.

Tahap pertama difokuskan pada finalisasi MoU yang mencakup sejumlah isu utama, sementara tahap kedua akan berlangsung selama 60 hari untuk merundingkan kesepakatan akhir terkait program nuklir Iran dan pencabutan sanksi.

Araghchi juga menyebut bahwa implementasi resmi MoU akan dimulai pada Jumat setelah deklarasi penghentian perang yang sebelumnya telah disepakati.

Ia menegaskan bahwa penghentian perang harus bersifat “segera dan permanen”, termasuk di berbagai front konflik yang disebutnya terhubung dengan situasi di Lebanon.

Menurutnya, kesepakatan tersebut juga mencakup penarikan pasukan Israel dari wilayah yang masih diduduki dalam konflik.

Iran, AS, dan Pakistan sebelumnya mengumumkan finalisasi MoU pada Senin setelah beberapa pekan perundingan, dengan penandatanganan resmi dijadwalkan di Swiss.

Kesepakatan ini muncul di tengah eskalasi konflik sebelumnya yang melibatkan serangan militer di kawasan, yang kemudian dibalas dengan serangan rudal dan drone oleh Iran terhadap Israel serta pangkalan AS di Timur Tengah.

Pewarta: Xinhua
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: