Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan damai dengan Iran telah mencegah kemungkinan eskalasi serangan militer lanjutan oleh Amerika Serikat selama periode hingga dua tahun.
Dalam konferensi pers pada Rabu (17/6), Trump menyebut tanpa kesepakatan tersebut, AS bisa saja melanjutkan serangan dalam jangka waktu panjang.
“Jika kami tak membuat kesepakatan ini, kami bisa saja menjatuhkan lebih banyak bom selama dua minggu, tiga minggu, empat minggu, bahkan hingga dua tahun,” katanya.
Ia juga menyinggung dampak ekonomi global, termasuk potensi gangguan di Selat Hormuz, serta mengklaim bahwa pasar akan mengalami penurunan tajam jika kesepakatan tidak tercapai.
Dalam pernyataannya, Trump turut menyinggung operasi militer AS yang menewaskan Qasem Soleimani, komandan senior Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), yang menurutnya menjadi salah satu faktor penting dalam dinamika hubungan kedua negara.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah mengonfirmasi penyelesaian nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang akan ditandatangani di Swiss pada Jumat (19/6). Kesepakatan tersebut memberikan waktu 60 hari bagi kedua pihak untuk merundingkan perjanjian final terkait program nuklir Iran dan pencabutan sanksi AS.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026