Jakarta (KABARIN) - Sebanyak tujuh universitas dari berbagai wilayah di Indonesia mendapatkan hibah berupa perangkat lunak PSS Sincal yang dapat mendukung transformasi sistem tenaga kelistrikan Indonesia menuju lebih tangguh dan berkelanjutan.
"PSS Sincal adalah software yang mana bisa untuk menganalisa, bahkan mendesain power system, tentunya ini sangat memberi dukungan ke dunia pendidikan," kata Presiden Direktur dan CEO PT Siemens Indonesia Surya Fitri dalam acara Siemens Tech Summit 2026 di Jakarta, Kamis.
Ke tujuh universitas tersebut antara lain Sekolah Teknik Elektro & Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), Universitas Brawijaya (UNBRAW), Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Universitas Trisakti (USAKTI), Universitas Jember (UNEJ), dan Politeknik Negeri Sriwijaya (POLSRI).
Tujuh universitas tersebut dipilih berdasarkan sebarannya yang tidak hanya berfokus di Pulau Jawa, dan juga kesiapan infrastruktur kampus untuk menerima perangkat lunak tersebut.
Surya mengatakan perangkat lunak PSS Sincal akan membantu para mahasiswa untuk membuat sistem tenaga kelistrikan yang lebih otomatis dan bisa menghitung tingkat daya tegangan dengan cepat.
Ia menjelaskan, program ini dirancang khusus untuk perencanaan, evaluasi, dan optimasi sistem jaringan kelistrikan, termasuk distribusi, transmisi, dan industri, serta jaringan perpipaan.
Selain perangkat lunak, hibah juga akan diberikan berupa workstation untuk kampus yang dipilih sehingga mahasiswa bisa menggunakannya untuk studi dan analisis simulasi sistem tenaga kelistrikan dan juga manfaat pengalaman praktis yang mendekati kondisi nyata di industri.
"Karena dunia pendidikan sangat jarang mendapatkan kesempatan software. Nah untuk mendapatkan investasi di kampus tidak mudah. Karena itu kami merasa berkewajiban untuk bisa berpartisipasi," katanya.
Masing-masing universitas yang mendapatkan hibah ini akan memperoleh perangkat lunak PSS Sincal senilai Rp100 juta. Nantinya perangkat lunak ini akan masuk menjadi bagian dari kurikulum yang dipakai ketujuh universitas tersebut.
Untuk mendukung implementasi penggunaan PCC Sincal, Siemens juga akan mengadakan kompetisi dalam waktu dekat untuk melihat sejauh mana penggunaan perangkat ini bisa berkontribusi pada pengembangan talenta muda masa depan dalam mendukung transformasi kelistrikan Indonesia.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026