Optimistis harus, namun langkah antisipatif juga harus dilakukan.
Jakarta (KABARIN) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan pemerintah terus menyiapkan berbagai sumber energi alternatif untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah proses perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang masih berlangsung.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan Indonesia perlu tetap waspada terhadap berbagai kemungkinan yang bisa terjadi di kawasan Timur Tengah, meski ada sinyal positif dari dialog kedua negara.
“Kalau berkaca dari proses panjang perundingan Iran dan AS, pemerintah tetap harus terus memastikan mengamankan sumber energi tanah air, apa pun kondisi yang berlangsung di Timur Tengah,” ujar Dwi Anggia saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Ia menyebut pembicaraan Iran dan Amerika Serikat di Swiss memberi harapan terhadap meredanya ketegangan geopolitik yang selama ini ikut memengaruhi harga minyak dunia. Namun situasi dinilai masih sangat dinamis sehingga perlu sikap antisipatif.
“Optimistis harus, namun langkah antisipatif juga harus dilakukan,” ujarnya.
Dwi juga mengingatkan bahwa harga bahan bakar minyak non subsidi di Indonesia mengikuti pergerakan harga minyak global. Penyesuaian itu mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.
Menurutnya, harga BBM non subsidi dapat naik atau turun sesuai fluktuasi pasar dengan perhitungan berbasis rata rata harga minyak dunia selama satu bulan terakhir.
“Jadi, kalau terjadi fluktuasi, baik itu naik atau turun, harga BBM nonsubsidi tentu juga akan menyesuaikan, baik itu naik atau turun. Di mana formula harga BBM itu menggunakan rata-rata harga pasar 1 bulan terakhir,” kata dia.
Sementara itu, proses perundingan Iran dan AS di Swiss dilaporkan masih berlanjut dengan mediasi dari Pakistan dan Qatar. Meski sempat diwarnai ketegangan akibat pernyataan politik dari pihak AS, pembicaraan teknis disebut tetap berjalan.
Di sisi lain, laporan media menyebut adanya ketegangan diplomatik setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memicu respons dari delegasi Iran dalam forum tersebut.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026