News

Peserta Latsarmil SPPI Terlambat Apel Bisa Dihukum Push Up

Jakarta (KABARIN) - Pelatih dari TNI menerapkan hukuman fisik bagi peserta latihan dasar kemiliteran (latsarmil) yang melanggar aturan selama mengikuti pendidikan, salah satunya bagi peserta yang terlambat mengikuti apel pagi.

"Contoh saat apel pagi, mereka terlambat mungkin karena ketiduran dan sebagainya, kita berikan hukuman push up 10 atau 15 kali," kata Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak Letkol (Mar) Agus Mutaqin saat ditemui awak media di markas Marinir, Cilandak, Jakarta Timur, Kamis.

Agus menjelaskan pemberian hukuman fisik bertujuan membentuk kedisiplinan peserta sekaligus menanamkan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku selama pelatihan. Dengan cara itu, peserta diharapkan terbiasa menjalani kehidupan yang lebih tertib.

Selain keterlambatan saat apel, peserta juga dapat dikenai sanksi apabila tidak mengikuti kegiatan makan bersama yang telah dijadwalkan.

Menurut Agus, makan merupakan bagian penting dari pembinaan karena berkaitan langsung dengan kondisi kesehatan dan kebugaran fisik peserta selama menjalani pendidikan.

"Kita juga lakukan hukuman secara kolektif, contohnya tidak makan. Karena makan adalah untuk meningkatkan kemampuan kita, kalau tidak makan atau tidak bersama-sama yang lain, kita kasih hukuman supaya besok tidak mengulang lagi," kata dia.

Meski demikian, Agus menegaskan bentuk hukuman yang diberikan tidak disamakan dengan standar yang diterapkan kepada prajurit TNI, melainkan disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing peserta.

Selain sanksi, pelatih juga memberikan penghargaan kepada peserta yang menunjukkan prestasi selama mengikuti program latsarmil.

Menurut dia, pemberian penghargaan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan motivasi serta menjaga semangat peserta selama menjalani pendidikan.

Agus menambahkan pelaksanaan latsarmil hingga kini berlangsung aman dan kondusif.

Dia berharap seluruh rangkaian pelatihan dapat berjalan lancar dan para peserta memperoleh bekal yang berguna saat mengelola Koperasi Desa Merah Putih nantinya.

Pewarta: Walda Marison
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: