Jakarta (KABARIN) - Korps Marinir TNI AL memastikan peserta latihan dasar kemiliteran atau latsarmil dari program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia SPPI yang memiliki riwayat penyakit tidak akan mengikuti latihan fisik berat. Kebijakan ini diambil agar seluruh peserta tetap aman dan proses pendidikan berjalan lancar.
Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak Letkol (Mar) Agus Mutaqin menjelaskan peserta dengan kondisi kesehatan tertentu akan dipisahkan sejak awal berdasarkan hasil pemeriksaan medis sebelum pelatihan dimulai.
“Yang memiliki riwayat kronis atau sakit berat kita pisahkan sampai dengan tingkat peleton dan kompi. Supaya kegiatan-kegiatan di lapangan yang berkaitan dengan fisik tidak kita ikutkan,” kata Agus di Markas Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis.
Data kesehatan peserta sudah dikantongi panitia sehingga pelatih bisa menyesuaikan jenis kegiatan yang diikuti masing-masing orang. Mereka yang tidak memungkinkan mengikuti aktivitas fisik tetap mendapat materi pembelajaran di dalam kelas.
Sementara itu, peserta yang mengikuti kegiatan lapangan tetap menjalani rangkaian latihan seperti apel pagi hingga latihan baris berbaris. Beberapa materi dasar kemiliteran juga tetap diberikan sebagai pembentukan disiplin.
Agus menyebut latihan menembak juga menjadi bagian dari program, yang dijadwalkan pada minggu ketiga menggunakan fasilitas yang sudah disiapkan oleh Marinir.
“Termasuk nanti di minggu ketiga kita akan melatih menembak perorangan di lapangan yang sudah kita siapkan. Jadi mereka punya dasar-dasar militer yang sekiranya bisa buat bekal dalam menuju penugasan berikutnya,” ujarnya.
Ia menegaskan seluruh rangkaian latsarmil sejauh ini berjalan aman dan kondusif. Pihaknya berharap program ini dapat selesai dengan baik dan memberikan manfaat bagi para peserta.
Sebanyak 674 peserta SPPI mengikuti pendidikan latsarmil selama sekitar satu setengah bulan di Markas Pasmar I Cilandak, Jakarta.
Mereka dibagi ke dalam beberapa kompi untuk mengikuti pelatihan dasar yang menekankan disiplin, nasionalisme, serta kesiapan kerja dalam pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026