News

Rubio Tegaskan Negara Teluk Tolak Pungutan Penggunaan Selat Hormuz

Istanbul (KABARIN) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan negara-negara Teluk tidak mendukung penerapan tarif maupun biaya atas penggunaan Selat Hormuz.

“Tidak ada dukungan sama sekali di antara negara-negara Teluk untuk segala bentuk tarif, biaya, atau apa pun yang mengenakan pungutan atas penggunaan perairan internasional,” kata Rubio kepada wartawan di Bahrain, Kamis.

Rubio mengatakan pertemuannya dengan para pemimpin negara Teluk berlangsung positif. Menurut dia, mereka menyampaikan sejumlah kekhawatiran dan usulan konkret terkait berbagai isu kawasan.

“Saat kita memasuki negosiasi ini (dengan Iran) baik pada tingkat teknis maupun politik, dan kami ingin mereka terlibat,” ujarnya.

Ia menegaskan Amerika Serikat tidak akan mengambil keputusan atau membuat komitmen yang dapat merugikan kemakmuran, stabilitas, maupun keamanan negara-negara mitranya di kawasan Teluk.

Rubio juga mengatakan pembahasan mengenai dana rekonstruksi Iran senilai 300 miliar dolar AS belum menjadi agenda dalam pertemuan dengan negara-negara Teluk.

Menurut dia, pembahasan mengenai dana tersebut masih terlalu dini dan akan dilakukan pada tahap selanjutnya.

“Itu masih jauh ke depan, dan akan ditangani pada waktu yang tepat dalam proses ini,” katanya.

Terkait negosiasi antara Israel dan Lebanon, Rubio berharap kedua pihak segera menunjukkan komitmen politik yang dapat membuka jalan menuju penyelesaian konflik.

“Kami sangat berharap dapat segera memperoleh komitmen niat dari kedua negara yang menurut saya mulai menggambarkan masa depan yang menjanjikan,” ujarnya.

Meski demikian, Rubio mengingatkan bahwa proses tersebut membutuhkan waktu dan kerja keras dari seluruh pihak.

“Namun saya dapat mengatakan bahwa untuk pertama kalinya dalam 30 tahun, pemerintah berdaulat Lebanon berbicara langsung dengan pemerintah Israel,” katanya.

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: