PBB/New York (KABARIN) - Upaya penyelamatan korban gempa dahsyat di Venezuela kini menghadapi tantangan baru. Curah hujan yang terus mengguyur wilayah terdampak membuat proses evakuasi semakin rumit karena meningkatkan risiko longsor dan runtuhnya bangunan yang sudah rusak.
Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Stephane Dujarric, mengatakan kondisi cuaca yang memburuk menjadi hambatan besar bagi tim penyelamat yang masih terus mencari korban.
"Rekan-rekan kemanusiaan kami mengatakan upaya penyelamatan yang mereka lakukan semakin rumit akibat gelombang tropis dan curah hujan lebat yang terus menerus melanda Venezuela. Kondisi ini meningkatkan risiko runtuhan bangunan lebih lanjut dan tanah longsor di daerah yang sudah terdampak," kata Dujarric dalam sebuah pengarahan pada Selasa.
Meski situasi semakin menantang, otoritas Venezuela terus memantau wilayah yang dianggap memiliki risiko tinggi. Di saat yang sama, PBB bersama berbagai organisasi kemanusiaan juga memperluas bantuan darurat untuk mendukung operasi penyelamatan yang dipimpin pemerintah setempat.
Dujarric menambahkan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan internasional masih berjalan penuh meskipun waktu untuk menemukan korban selamat semakin terbatas.
"Rekan-rekan kami di Kantor Koordinasi dan Urusan Kemanusiaan memberi tahu kami bahwa operasi pencarian dan penyelamatan internasional beroperasi penuh, dengan 50 tim penyelamat dan lebih dari 2.300 personel bekerja berdampingan dengan otoritas nasional seiring dengan semakin sempitnya waktu kritis untuk menyelamatkan nyawa para korban," imbuh Dujarric.
Venezuela sebelumnya diguncang dua gempa bumi berkekuatan besar pada 24 Juni 2026. Gempa tersebut memiliki magnitudo 7,2 dan 7,5, yang menyebabkan kerusakan parah di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data resmi terbaru, bencana tersebut telah menewaskan sedikitnya 1.719 orang. Selain itu, lebih dari 5.000 orang mengalami luka-luka, sementara sekitar 12.000 warga terpaksa mengungsi akibat kerusakan rumah dan kondisi yang belum aman.
Dengan cuaca yang masih belum bersahabat, proses pencarian korban diperkirakan akan terus menghadapi berbagai kendala. Meski begitu, tim penyelamat dari dalam maupun luar negeri tetap bekerja tanpa henti untuk menemukan korban dan menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026