Jakarta (KABARIN) - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membentuk tim gabungan untuk menelusuri penyebab meninggalnya lima peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan menyampaikan bahwa tim tersebut akan bekerja mengumpulkan data dan menganalisis berbagai kemungkinan faktor yang memicu kematian para peserta selama menjalani pendidikan.
"Kami sudah bentuk dan kami nanti akan menindaklanjuti untuk melihat atau mencari data-data tambahan kenapa kok bisa hal ini terjadi," kata Donny usai rapat dengan Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan, dari informasi awal yang dihimpun, masing-masing kasus kematian memiliki dugaan penyebab yang berbeda. Sebagian peserta diduga mengalami kelelahan akibat adaptasi dari kehidupan sipil menuju pola pembinaan yang lebih disiplin di lingkungan barak militer.
Selain itu, terdapat pula peserta yang memiliki riwayat penyakit bawaan meski sebelumnya telah dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan. Kondisi cuaca juga disebut berpotensi menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi kesehatan peserta.
"Mungkin cuaca dan sebagainya sehingga menyebabkan dari kondisi yang sudah terbatas tersebut akhirnya yang bersangkutan meninggal dunia," ujarnya.
Donny turut menyebut adanya peserta dengan riwayat penyakit paru-paru dan jantung. Menyikapi hal tersebut, Kemenkes telah melakukan langkah antisipasi guna mencegah potensi penyebaran penyakit tertentu di antara peserta lain.
Ia menegaskan, hasil investigasi ini penting sebagai bahan evaluasi agar pelaksanaan program pendidikan SPPI ke depan dapat diperbaiki dan lebih aman bagi peserta.
"Intinya kita ingin secepatnya selesai karena hasil investigasi ini kan juga penting untuk kita gunakan dalam pelaksanaan pendidikan yang ada saat ini," kata Donny.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026