News

Fakta Unik! Bahasa Minion Ternyata Berasal dari Ocehan Acak

Jakarta (KABARIN) - Sejak mengisi suara Minion di film "Despicable Me" tahun 2010, pembuat animasi dan sutradara asal Prancis Pierre Coffin tidak bisa menirukan seketika ocehan bersuara falsetto yang lucu dari makhluk kuning tersebut.

"Jika Anda meminta saya untuk menirukan suara Minions sekarang, saya tidak akan bisa melakukannya,” kata Coffin dilansir dari siaran Variety, Rabu (1/6) waktu setempat.

Suara Minion adalah suara Coffin sendiri yang dinaikkan enam semitone dan harus direkam dalam gerakan lambat.

Semuanya berawal dari naskah Cinco Paul dan Ken Daurio dalam film pertama yang menyebutkan "Gru tiba di panggung dan para Minion meneriakkan namanya."

Menyadari para Minion tidak bisu, Coffin menghubungi Kepala Illumination, Chris Meledandri untuk meminta tim pengisi suara.

Namun, kata Coffin, suara yang dihasilkan tim pengisi suara saat itu terdengar sangat "komputer" dan "aneh".

Berbekal pengalamannya di dunia iklan, Coffin mencoba berimprovisasi.

"Saya tidak benar-benar tahu harus berkata apa, jadi saya hanya mengucapkan ocehan, tetapi dengan beberapa kata yang muncul di sana-sini — saya rasa saya mengatakan ‘pancake’ dan ‘panna cotta’… kata-kata berawalan ‘p’ terdengar lucu,” kata Coffin.

Setelah Coffin menaikkan nada rekaman suaranya itu menggunakan "plugin" komputer dan mengirimkan hasilnya kepada Illumination, Meledandri bertanya, “Baik, tidak bisakah kamu yang melakukannya saja?”

Jadi, sambil menunggu aktor suara profesional untuk memberikan suara merdu yang dibutuhkan para Minion, itulah yang Coffin lakukan dengan "Despicable Me".

Tentu saja, tidak ada skrip untuk menyuarakan mereka atau petunjuk tentang bagaimana suara mereka, jadi dia hanya berimprovisasi.

Pada saat itu, tidak ada indikasi bahwa "Despicable Me" akan meluncurkan waralaba film laris bernilai miliaran dolar dan bahwa Coffin secara tidak sengaja menandatangani kontrak untuk mengisi suara karakter berkulit kuning yang semakin dicintai dalam berbagai sekuel dan spin-off.

Dan dia tidak pernah menyadari bahwa dia akan segera mulai menciptakan hampir sebuah bahasa tersendiri dari karakter tersebut.

Hal itu terjadi bersamaan dengan “Despicable Me 2,” setelah Coffin menyadari bahwa dalam versi Italia film pertama, distributor lokal entah bagaimana memutuskan untuk menerjemahkan ocehan para Minion.

Coffin mulai mencampurkan ocehan tersebut dengan kata-kata yang nyata, seperti bahasa Italia ("tulaliloo ti amo" yang berarti "Aku mencintaimu"), Prancis ("et pis c’est tout" yang berarti "Itu saja"), dan Spanyol ("para tú" yang berarti "untukmu").

Bahasa Minion atau "Minionese" pun terus berkembang dengan elemen dari bahasa Jepang, Filipina, Korea, Hindi, Jerman, dan Indonesia.

Coffin memperkirakan, setelah tujuh film dan beberapa film pendek, kini ada sekitar selusin bahasa yang terwakili.

Menurut Coffin, kata-kata tersebut dipilih bukan berdasarkan makna, melainkan melodi dan ritme.

Sayangnya, bahasa Mandarin terlalu sulit dikuasai Coffin, satu-satunya kata yang bisa ia ucapkan adalah "shyeh-sheyh" — "terima kasih" — yang ia masukkan di akhir "Minion & Monsters".

“Saya juga menemukan bahwa, dengan menggunakan kata-kata yang mudah dikenali, orang-orang tidak tertidur saat mendengarkan omong kosong,” kata Coffin.

Pengembangan "Minionese" sering kali didorong oleh hal-hal yang membuat kreatornya tertawa, seperti mendengar kata atau nama lucu, atau hidangan di restoran.

Di samping "pancake" dan "panna cotta" dalam bahasa Minion, hidangan internasional seperti nasi goreng, tikka masala, dan carbonara juga masuk ke dalam leksikon.

Bahkan, dalam film pendek "Mooned", Minion berteriak "Rosamund Pike!" hanya karena Coffin baru saja menonton film dengan aktris tersebut dan menganggapnya nama yang keren.

Untuk menyesuaikan dengan kebutuhan, Coffin terkadang harus merekam ulang jika orang salah mengartikan ocehannya sebagai sesuatu yang ofensif.

Selain itu, ada penyesuaian untuk wilayah tertentu; misalnya, istilah "Big Boss" diganti menjadi "Gran Jefe" untuk penonton Amerika Latin.

Sejak "Despicable Me 2", Coffin merekam dialog dalam gerakan lambat menggunakan perangkat lunak khusus agar tetap dalam nada yang benar saat dipercepat.

Proses itu sangat melelahkan hingga ia sempat mundur dari penyutradaraan sekuel "spin-off" kedua dan "Despicable Me 4".

“Ada harga yang harus dibayar dengan menyutradarai dan mengisi suara — otak saya terasa seperti terbakar. Jadi saya bilang pada Chris (Meledandri), saya tidak bisa mengerjakan itu lagi. Saya tidak bisa menyutradarai dan mengisi suara,” kata Coffin.

Meski demikian, Coffin kembali untuk "Minions & Monsters".

Ia menolak memberikan suara Minion kepada orang lain karena merasa hanya ia yang memahami kesesuaian antara kata-kata yang diucapkannya dan animasi yang menyertainya.

“Alasan mengapa saya enggan menyerahkannya kepada orang lain adalah karena terkadang dalam pemasaran mereka mencampuradukkan semua kalimat dan kata-kata saya, dan itu aneh bagi saya — ketika saya mendengarnya, rasanya seperti, tidak, itu tidak cocok di situ, bahasanya salah,” katanya.

“Saya tidak tahu mengapa, tetapi rasanya tidak tepat... Jadi saya rasa ada sesuatu yang ajaib antara kata-kata yang saya ucapkan dan animasi yang menyertainya. Dan entah bagaimana jika Anda mengubah salah satu dari keduanya, itu tidak akan berhasil," ujar dia pula.

Kini, setelah waralaba itu berlanjut dengan "Minions & Monsters" yang membawa Minion ke Hollywood tahun 1920-an bersama Dort, alien yang disuarakan oleh Jesse Eisenberg.

Film itu juga dibintangi oleh Zoey Deutch sebagai Debbie, serta Jeff Bridges dan Bobby Moynihan sebagai taipan studio hiburan di AS tersebut.

Penerjemah: Abdu Faisal
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: