Moskow (KABARIN) - Seorang wanita berkewarganegaraan Ukraina berusia 30 tahun yang menetap di Jerman dilaporkan menjadi tersangka utama dalam kasus dugaan percobaan pembunuhan terhadap konglomerat Ukraina, Vadim Yermolayev, di Monako.
Laporan tersebut disampaikan media Prancis France Info, Kamis waktu setempat, dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui penyelidikan kasus tersebut.
Pada hari yang sama, Kejaksaan Monako mengonfirmasi telah menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap tersangka.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, usai ledakan terjadi, tersangka diduga melarikan diri ke Komune Beausoleil di Prancis sebelum melanjutkan pelarian ke Italia bersama sejumlah kaki tangannya.
Ledakan yang terjadi pada Senin malam itu menyebabkan tiga orang terluka, yakni seorang pria, seorang perempuan, dan seorang anak.
Agensi komunikasi Silver Eye yang mewakili Vadim Yermolayev menyatakan bahwa pengusaha tersebut bersama putranya termasuk korban yang mengalami luka dalam insiden tersebut.
Sementara itu, surat kabar Le Figaro melaporkan bahwa penyidik Monako saat ini memprioritaskan dugaan keterlibatan Dinas Keamanan Ukraina (SBU) sebagai salah satu skenario yang sedang didalami.
Menurut laporan tersebut, ledakan diduga merupakan peringatan yang ditujukan kepada Yermolayev. Namun, hingga kini dugaan tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
Jaksa Agung Monako Stephane Thibault menegaskan bahwa berdasarkan temuan awal, pihak berwenang belum mengklasifikasikan ledakan tersebut sebagai aksi terorisme.
Penyidik masih terus menyelidiki motif di balik penyerangan tersebut.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026