Pasar kini mengamati perkembangan lebih lanjut dalam negosiasi AS-Iran, arus minyak mentah Teluk, dan tanda-tanda pemulihan permintaan setelah libur akhir pekan AS untuk mendapatkan arah baru bagi harga minyak
Jakarta (KABARIN) - Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan Jumat sore. Mata uang Garuda naik 32 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp17.963 per dolar Amerika Serikat dari sebelumnya Rp17.995.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebut penguatan rupiah salah satunya dipengaruhi sentimen positif dari perkembangan negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat.
Menurutnya, pasar merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menilai Iran sudah hampir menyetujui sebagian besar kesepakatan yang dibutuhkan, sehingga memunculkan harapan bahwa dialog kedua negara bergerak ke arah yang lebih baik.
Meski begitu, ia menilai situasi belum sepenuhnya stabil. Laporan media internasional menyebut Iran menolak proposal terkait Selat Hormuz sebagai bagian dari negosiasi, meski AS disebut menawarkan sejumlah insentif ekonomi termasuk akses terhadap aset yang dibekukan.
Kondisi ini membuat risiko geopolitik masih menjadi perhatian pelaku pasar, meskipun kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak dari kawasan Teluk mulai mereda.
Pelaku pasar kini menantikan perkembangan lanjutan dari negosiasi kedua negara serta pergerakan harga minyak dunia dan permintaan global setelah libur di Amerika Serikat.
Dari sisi lain, sentimen juga datang dari data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menunjukkan perlambatan. Data Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat penambahan pekerjaan hanya 57 ribu pada Juni, jauh di bawah ekspektasi pasar.
Data bulan sebelumnya juga direvisi turun, sementara tingkat pengangguran justru sedikit menurun menjadi 4,2 persen. Adapun pertumbuhan upah tercatat sesuai ekspektasi pasar.
Data tersebut membuat ekspektasi kebijakan suku bunga ketat dari Federal Reserve sedikit mereda. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada September turun menjadi 51 persen dari sebelumnya 63 persen.
Sementara itu, kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR Bank Indonesia juga bergerak melemah ke level Rp17.960 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.994.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026