Warga Venezuela Terpuruk Akibat Serangan AS, Kehilangan Rumah & Tak Bisa Kubur Keluarga

waktu baca 2 menit

Caracas (KABARIN) - Serangan Amerika Serikat di Venezuela membuat banyak warga kehilangan rumah dan kesulitan untuk memakamkan anggota keluarga mereka, kata para korban kepada RIA Novosti.

Sebuah keluarga di pinggiran Caracas menceritakan bahwa rumah dan sumber penghidupan mereka hancur akibat serangan udara tersebut. Serangan juga menewaskan seorang wanita berusia 80 tahun di negara bagian pesisir La Guaira, utara Caracas.

“Kami tidak punya tempat tinggal. Kami perlu memakamkan bibi saya, tetapi kami juga tidak punya uang untuk itu, kami adalah keluarga miskin,” kata seorang pria berusia 62 tahun.

Warga lain dari Catia La Mar dekat Caracas menambahkan bahwa tetangga lanjut usianya tewas akibat serpihan roket. Serangan itu juga merusak sebuah gedung apartemen yang menampung 17 keluarga. Banyak warga masih berjuang mengatasi trauma akibat insiden tersebut.

Serangan besar-besaran AS pada 3 Januari juga menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dan membawa keduanya ke New York. Presiden AS Donald Trump menyatakan keduanya akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam narko-terorisme dan dianggap menimbulkan ancaman, termasuk terhadap Amerika Serikat.

Merespons operasi itu, Venezuela meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB. Mahkamah Agung Venezuela menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai kepala negara sementara.

Rusia menyatakan solidaritas dengan rakyat Venezuela, menyerukan pembebasan Maduro dan istrinya, dan meminta pencegahan eskalasi lebih lanjut. China juga mendesak pembebasan pasangan Maduro dan menekankan tindakan AS melanggar hukum internasional.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka