Moskow (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengisyaratkan akan adanya “perubahan besar” kepada para pimpinan perusahaan minyak Amerika, sekitar sebulan sebelum serangan terhadap Venezuela, demikian dilaporkan The Wall Street Journal dengan mengutip sejumlah sumber.
Menurut laporan tersebut, yang dikutip Sputnik, Selasa (6/1), sekitar sebulan lalu Trump menyampaikan pesan yang samar namun menggugah kepada beberapa CEO perusahaan minyak Amerika Serikat.
Pesan itu singkat, yakni “bersiaplah.” Trump mengisyaratkan bahwa perubahan besar akan segera terjadi di Venezuela, sebagaimana disampaikan oleh sejumlah pihak yang mengetahui situasi tersebut.
Sumber-sumber Wall Street Journal menyebutkan bahwa Trump hanya menyampaikan satu isyarat tanpa penjelasan lebih lanjut. Ia juga tidak meminta pandangan para CEO terkait kemungkinan investasi di ladang minyak Venezuela, yang justru diumumkannya secara terbuka setelah serangan terjadi.
Isyarat Trump yang disampaikan sebulan lalu tersebut menunjukkan peran sentral minyak dalam keputusan berani dan berisiko yang ia ambil, tulis surat kabar itu.
Pada Senin, Trump menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan minyak Amerika Serikat sangat tertarik untuk beroperasi di Venezuela dan akan berinvestasi dalam infrastruktur negara tersebut.
Pada 3 Januari, Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, lalu membawa keduanya ke New York.
Trump mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam “narko-terorisme” serta dianggap sebagai ancaman, termasuk bagi Amerika Serikat.
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan solidaritas dengan rakyat Venezuela. Moskow menyerukan pembebasan Nicolas Maduro dan Cilia Flores, serta meminta agar tidak terjadi eskalasi lebih lanjut dari situasi tersebut.
Sumber: Sputnik_OANA