Kota Meksiko (KABARIN) - Pemerintah Kolombia menyatakan niatnya untuk terus berkoordinasi dengan Amerika Serikat dalam pemberantasan narkoba meski ada ketegangan dalam hubungan kedua presiden.
Dalam pernyataan bersama di platform X pada Senin (5/1), Menteri Dalam Negeri Armando Benedetti dan Menteri Kehakiman Andres Idarraga Franco mengatakan pemerintah Kolombia siap bekerja sama dengan AS dalam intelijen dan pemanfaatan teknologi untuk membongkar organisasi kriminal.
"Pemerintah Kolombia [...] telah memberi tahu pemerintah AS, termasuk badan intelijennya, bahwa kami akan terus berkoordinasi dan bekerja sama dalam pemberantasan perdagangan narkoba," kata Benedetti.
Ia menambahkan kerja sama tersebut mengandalkan intelijen dan teknologi AS untuk menghancurkan laboratorium, jaringan kriminal, serta kamp-kamp kejahatan.
Sementara itu, Franco menegaskan bahwa pemberantasan narkotika harus terus dilakukan secara bersama dengan memanfaatkan peluang kerja sama bilateral.
Ia mengatakan Kolombia akan memprioritaskan upaya penanggulangan ancaman tersebut, terutama di wilayah perbatasan Kolombia–Venezuela.
Pada 3 Januari, AS melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, serta membawa mereka ke New York.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pasangan itu akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam "narko-terorisme" dan dianggap menimbulkan ancaman, termasuk bagi AS.
Belakangan, Trump juga menuduh Presiden Kolombia Gustavo Petro memproduksi kokain dan tidak menutup kemungkinan militer AS melakukan operasi serupa ke Kolombia.
Sumber: SPU