Kekhawatiran Ternyata Miliki Peran Positif dalam Hadapi Ketidakpastian

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) -

Rasa khawatir sering dianggap sebagai emosi negatif yang harus dihindari demi menjaga kesehatan mental. Tapi ternyata, menurut kajian yang dilansir Psychology Today, kekhawatiran justru punya fungsi positif selama masih berada di tingkat yang bisa dikendalikan.

Psikolog klinis dari Pennsylvania State University, Amerika Serikat, Thomas D. Borkovec, menjelaskan bahwa kekhawatiran bekerja seperti “sabuk pengaman mental” yang membantu seseorang lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan buruk. Sejak awal 1980-an, penelitiannya menunjukkan bahwa rasa khawatir mendorong otak untuk membuat skenario “bagaimana jika” sebagai cara mengantisipasi ancaman atau hasil yang tidak diinginkan.

“Kekhawatiran bukan kesalahan dalam sistem pikiran manusia, melainkan mekanisme untuk menghadapi ketidakpastian,” sebagaimana dijelaskan dalam kajian tersebut.

Hal serupa juga ditemukan oleh psikolog sosial dari University of California, Riverside, Kate Sweeny. Dalam penelitiannya pada 2017, ia menyebut bahwa tingkat kekhawatiran ringan hingga sedang justru bisa memicu perilaku preventif dan membuat seseorang lebih siap secara emosional saat menghadapi kabar buruk.

Sejumlah riset lain juga menunjukkan orang dengan kecenderungan cemas biasanya lebih waspada terhadap kesalahan dan perubahan di sekitarnya. Selama tidak berlebihan, kewaspadaan ini bisa membantu dalam mengambil keputusan dan menghindari risiko yang tidak perlu.

Psikolog klinis asal Inggris, Graham Davey dan Adrian Wells, juga punya pandangan serupa. Dalam kajian mereka berjudul “Worry and Its Psychological Disorders: Theory, Assessment and Treatment” yang diterbitkan pada 2006, dijelaskan bahwa kekhawatiran berkembang sebagai cara otak mengelola ketidakpastian, dengan membuat masalah tetap “aktif” sampai solusi ditemukan.

Meski begitu, para psikolog menekankan pentingnya membedakan antara kekhawatiran yang sehat dan yang merugikan. Kekhawatiran yang konstruktif akan mendorong kamu untuk bertindak dan mencari solusi. Sebaliknya, kekhawatiran yang terus berulang tanpa arah justru bisa menguras energi mental dan berujung pada gangguan kecemasan.

Salah satu cara untuk mengelola rasa khawatir tanpa harus menghilangkannya adalah lewat mindfulness. Ini adalah latihan psikologis yang melatih kesadaran pada pikiran, emosi, dan sensasi tubuh saat ini tanpa bereaksi berlebihan. Penelitian Delgado dan rekan-rekannya pada 2010 yang dilansir Psychology Today menunjukkan bahwa peserta pelatihan mindfulness tetap merasakan kekhawatiran, tetapi mampu mengamatinya secara lebih objektif dan lebih fokus mencari solusi.

Sumber: Psychology Today

Bagikan

Mungkin Kamu Suka